Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ngenes, Rumah Rusak Parah di Kudus Ini Masih Ditinggali Satu Keluarga

Rumah Umiyati (35) di Desa Gondangmanis Kudus, yang rusak parah. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sebuah rumah di Desa Gondang Manis RT 4 RW 2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus kondisinya memprihatinkan.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, sebuah rumah yang masih dihuni satu keluarga itu rusak parah. Hanya bagian ruang tamu yang kini dihuni dan masih beratap utuh. Meski demikian, kerangka atapnya juga sudah keropos.

Sementara, di bagian ruangan lainnya yakni empat kamar dan satu ruang keluarga rusak parah dan atapnya pun sudah tidak ada. Atap di bagian ruang tengah juga disangga menggunakan bambu dan kayu.

Rumah tersebut hingga kini masih dihuni pasangan suami istri Kasmadi (52) dan Umiyati (35). Mereka berdua juga tinggal bersama kedua anaknya yang belum dewasa.

Anak pertama duduk di bangku SMP dan anak kedua duduk di bangku sekolah dasar.

Umiyati  mengatakan, rumah tersebut merupakan peninggalan keluarga suaminya. Saat dihuni, rumah tersebut sudah mulai rapuh dan hingga kini rumah tersebut pun kondisinya kian parah.

“Sudah sepuluh tahun lebih kondisinya seperti ini. Takutnya ya kalau ada hujan angin ambruk, air hujan juga masuk. Kami belum bisa memperbaiki. Untuk kehidupan rumah tangga sehari-hari saja dicukup-cukupkan,” katanya, Kamis (15/4/2021).

Kondisi salah satu ruangan rumah Umiyati yang tak lagi beratap. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya, suaminya sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan yang memiliki penghasilan tidak menentu. Karena itu, hingga sekarang rumahnya pun belum bisa diperbaiki.

Ia juga mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah baik BLT ataupun bantuan lainnya.

” Pernah sekali hanya mendapat bantuan sembako. Kalau berupa uang belum pernah sama sekali. Pernah juga ada yang foto rumah saya katanya mau ada bantuan tapi sampai sekarang belum,” ucapnya.

Pihaknya pun berharap agar pemerintah bisa turut membantu memperbaiki rumahnya. Lantaran keluarganya memang hingga saat ini belum mampu memperbaikinya dan kondisinya pun sangat membahayakan.

“Harapannya ya agar bisa dibantu. Kalau mau ada yang bantu ya silahkan. Selama ini aktifitas tidur dan lain-lain ya diruang tamu, ” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Gondangmanis Susanto menyatakan, pemerintah desa akan mengkoordinasikannya dengan sejumlah pihak terkait untuk membantu menyediakan material rumah. Agar rumah warganya itu bisa dibangun dengan layak.

“Kami akan koordinasikan dengan Baznas dan verifikasi ke lapangan. Kami juga akan mengkomunikasikan dengan lingkungan seperti RT, RW hingga BPD atau warga sekitar mungkin saja ada yang turut membantu, ” ungkapnya.

Keluarga tersebut, menurutnya memang belum masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Namun, pemerintah desa sudah pernah berusaha membantu dan meminta kartu keluarga dan kartu tanda penduduk kepada yang bersangkutan.

“Dulu pernah dimintai data KK dan KTP agar bisa dapat bantuan, tapi keluarga tida berkenan memberikan. Kalau BLT yang bersangkutan memang belum pernah dapat,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...