Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Soal Kebutuhan Daging dan Telur, Jepara Masih Tergantung Luar Daerah

Salah satu pedagang daging ayam potong di Pasar Ratu Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terpaksa meminta bantuan luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. Terutama pada komoditas daging ayam dan telur.

Berdasarkan catatan Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Sekertariat Daerah Kabupaten Jepara Heru Sutamaji, produksi telur ayam di Jepara tidak lebih dari 30 persen kebutuhan masyarakat. Untuk itu, terpaksa memasok telur ayam dari luar kota sebanyak 70 persen.

“Untuk kebutuhan harian, produksi komoditas telur ayam kita masih minim. Jadinya 70 persen kami pasok dari Salatiga, Kudus, dan Kendal,” jelas Heru.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam, ternyata Jepara juga mengandalkan kiriman dari luar kota. Setiap hari, kebutuhan daging ayam mencapai 21,71 ton. Sedangkan, Jepara hanya mampu memproduksi 12,43 ton daging ayam saja.

Heru mengungkapkan, sebenarnya peternak ayam skala besar di Jepara cukup banyak. Namun, mereka lebih memilih menjual sebagian besar ke pedagang luar Jepara. “Jadi kandangnya di Jepara tapi jualnya ke luar daerah,” kata Heru Sutamaji.

Terkait dengan harga telur dan daging ayam, saat ini harga daging semua jenis ayam di Bumi Kartini naik. Harga daging ayam potong saat ini Rp 40 ribu per kilogram.

Harga itu naik Rp 10.000 dari sebelumnya. Kenaikan yang sama juga terjadi pada daging ayam ras dan ayam petelur. Kalau harga daging ayam kampung hanya naik Rp 5.000.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...