Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pelaksanaan Mendadak, Di Popda Jateng Kudus Terperosok di Posisi 26

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga (PPOR) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Widhoro Heriyanto menunjukkan surat edaran Popda Jateng. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kontingen Kabupaten Kudus terperosok di peringkat 26 dari 35 daerah yang ikut Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah virtual. Kontingen Kudus jauh tertinggal dari daerah eks-Karesidenan Pati lainnya.

Kontingen Kudus mengikuti lima dari delapan cabang olahraga Popda Jateng virtual yang diselenggarakan pada 7 sampai 10 April 2021 lalu. Lima dari delapan cabang olahraga yang diikuti yakni pencak silat, taekwondo, kempo, karate, dan wushu.

Sedangkan untuk senam, judo, dan tarung drajat, Kabupaten Kudus tidak mengirimkan tim. Dari semua cabang yang diikuti, akhirnya Kudus hanya menyabet satu perunggu di cabang olahraga pencak silat.

Dari hasil klasemen, Kudus tertinggal jauh dari daerah ek-Karesidenan Pati lainnya. Seperti Pati, Demak, Rembang, Blora, dan Grobogan. Posisi Kudus hanya lebih baik dari Jepara.

Pati menjadi runner up di bawah Kota Semarang. Sedangkan Demak berada di peringkat 12. Diikuti Rembang di peringkat 15, Blora di peringkat 22, dan Grobogan di peringkat 24. Kemudian Kudus di posisi 26 . Sementara Jepara di peringkat 31.

Menurut Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga (PPOR) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Widhoro Heriyanto, mepetnya pemberitahuan surat edaran yang dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah terkait Popda Jateng disinyalir menjadi penyebabnya. Sehingga berdampak bagi persiapan kelima cabang olahraga.

“Hasilnya kami berada di peringkat 26. Cuma dapat perunggu dari cabor pencak silat. Dari cabor persiapannya kan mepet, karena harus menunggu kejelasan dari Jawa Tengah juga. Faktor lainnya karena terkendala situasi pandemi sehingga latihannya juga tidak maksimal,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, Widhoro menyampaikan penyelenggaraan cabang olahraga virtual yang hanya diisi nomor seni juga membuat kontingen Kudus belum terbiasa. Sebab, penyelenggaraan nomor seni baru diikuti tahun ini.

“Selain itu jika berkaca dari Popda sebelum pandemic, keunggulan kami di nomor tanding, kalau untuk nomor seni belum unggul memang,” jelasnya.

Kendati terperosok di peringkat 26, dia berharap ke depannya olahraga di Kudus bisa lebih baik lagi. Salah satunya dengan melakukan pembinaan.

“Tetap semangat dan jangan pesimis. Hasil ini jadi acuan kami untuk lebih termotivasi lagi ke depannya. Sehingga bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...