Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Niat Puasa Ramadan Boleh Dibaca Sekali untuk Sebulan atau Harus Tiap Hari?

Ilustrasi. (Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Dan salah satu syarat atau rukun puasa yakni membaca niat.

Bagi sebagian besar muslim di Indonesia, membaca niat puasa dilakukan tiap hari pada malam hari hingga waktu imsak tiba. Lalu bagaimana jika niat puasa dilakukan dilakukan satu kali di awal Ramadan dan digunakan untuk satu bulan, apakah sah?.

Dikutip dari merdeka.com, ulama dari empat mazhab sepakat bahwa puasa Ramadan wajib dimulai dengan niat. Dari empat mazhab ini, tiga di antaranya sepakat jika niat puasa harus dibaca tiap hari, atau diulang tiap hari jelang berpuasa.

Hanya mazhab Malikiyyah yang memperboleh niat puasa Ramadan dilakukan sekali untuk sebulan. Imam Malik dan para pengikutnya tidak mensyaratkan pengulangan niat setiap hari, karena bagi mereka, niat puasa Ramadan cukup dilakukan di malam hari pertama bulan Ramadan.

Di dalam kitab Hasyiyata Qalyubi Wa Umairah, juz 2, halaman 52, disebutkan: “Dan pada malam pertama, disunnahkan bagi seseorang untuk niat puasa bulan Ramadan atau puasa Ramadan seluruhnya, agar dapat mengambil manfaat dari bertaqlid pada Imam Malik terkait kekhawatiran lupa tidak melakukan niat pada suatu malam. Sebab menurutnya, niat itu sudah mencukupi selama sebulan. Sedangkan menurut pandangan mazhab kami, yang demikian itu hanya cukup untuk malam pertama saja”. (Syihab al din al Qalyubi, 1988: 232)

Sementara imam Hanafi, Syafi’i, dan Hambali mewajibkan untuk memperbaharui atau melakukan niat puasa setiap hari.

Mereka berargumen bahwa hari-hari dalam bulan Ramadan itu bersifat independent, dan tidak saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Batalnya satu hari puasa tidak berpengaruh pada batalnya hari yang lain.

Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ustaz Satihi Darwis, yang dilansir Kompas TV juga menyebutkan jika Mazhab Maliki memperbolehkan niat puasa dilakukan satu kali di awal Ramadan.

“Ini menjadi pandangan Mazhab Maliki yakni kita boleh berniat untuk satu bulan penuh bukan Ramadhan untuk berpuasa,” papar Ustaz Satibi Darwis.

Untuk niat puasa Ramadan yang diucapkan satu kali di awal bulan, Ustaz Satibi Darwis memberikan contohnya. Nawaitu sauma romadhin syahrin kamikan fardhol lillahitaala.

Niat tersebut artinya: ”Sengaja aku berpuasa satu bukan penuh wajib karena Allah SWT”.

Mengenai waktu membaca niat apakah pada malam hari, atau saat fajar hingga pertengahan hari, juga ada perbedaan pendapat antarimam mazhab. Namun menurut Ustaz Satibi, jumhur ulama menganjurkan mengucapkan niat puasa Ramadhan di malam hari.

Sementara bacaan niatnya yakni: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri romadoona haadzihis sanati lillaahita’aala. Artinya: ”Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah SWT”.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: merdeka.com, kompas.tv

Comments
Loading...