Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ditawar Rp 825 Juta Tapi Ditolak, Hasil Panen Porang Petani Madiun Ini Ternyata Diperkirakan Laku Rp 1,5 Miliar

Seorang petani porang dari Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Mujiono, 56, menunjukkan umbi porang setelah dipanen, Senin (12/4/2021). (Solopos.com/Abdul Jalil)

MURIANEWS, Madiun – Salah seorang petani di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Purnomo mengaku pernah menolak tawaran Rp 825 juta atas hasil panen porang dengan luas 2,5 hektare. Penolakan itu dilakukan lantaran, hasil jual porangnya diprediksi mencapai Rp 1,2 hingga Rp 1,5 miliar.

Purnomo yang juga Kepala Desa Durenan itu mengatakan lahan porang yang sudah siap panen luasnya mencapai 2,5 hektare. Sedangkan usia tanaman porang di lahan tersebut sudah dua tahun dan siap panen.

Baca: Jadi Miliader Baru, Buruh Garmen di Klaten Terima Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Sebesar Rp 2,5 Miliar

“Kalau menurut perhitungan, di lahan seluas 2,5 hektare itu ada 38.000 pohon porang. Kalau satu pohon porang dibuat rata-rata menghasilkan empat kilogram umbi. Harusnya harga untuk membeli porang itu antara Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,5 miliar. Karena harga porang per kilogram Rp 10 ribu,” jelas dia seperti dikutip Solopos.com, Senin (12/4/2021).

Dia mengaku sudah lama menanam porang. Dari porang ini ia berhasil membeli dua mobil, lima sepeda motor, dan membeli dua bidang tanah, serta membangun rumah.

Purnomo menyampaikan saat ini warganya memang banyak yang beralih menjadi petani porang. Bahkan kini ada sekitar 500 petani yang fokus untuk penanaman porang. Ketertarikan warga ini karena melihat hasil panen porang yang begitu menggiurkan.

Baca: Mendadak Jadi Jutawan, Petani Cabai di Pucuk Mojokerto Borong Motor dan Mobil

Dia menceritakan ada salah satu petani yang baru menanam porang dengan modal Rp 12 juta untuk membeli bibit porang. Setelah panen, hasilnya ditawar dengan harga Rp 55 juta. “Itu pun belum diberikan, karena memang ingin mengembangkannya,” ujar dia.

Seorang petani di Desa Durenan, Mujiono, 56, mengaku bisa meraup Rp 36 juta dari lahan setengah hektare yang ia tanam 4.900 pohon porang. “Yang terakhir kemarin dapat Rp 36 juta. Tahun-tahun sebelumnya juga segitu,” kata Mujiono.

Duit sebanyak itu telah gunakan untuk membangun rumah, membeli sepeda motor, hingga membeli lahan baru untuk menanam porang.

“Untuk kebutuhan harian, saya mengandalkan hasil panen tanaman lain, seperti jeruk, durian, petai, dan lainnya. Karena tahu bahwa porang panennya sekali dalam setahun,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...