Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Masjid Agung Kauman Semarang Kembali Gelar Semaan Alquran, Jemaah Wajib Patuhi Prokes

Suasana semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Kauman, Semarang, Selasa (13/4/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

MURIANEWS, Semarang – Masjid Agung Kauman, Semarang kembali menggelar tradisi semaan Alquran selama Ramadan tahun ini. Para jemaah yang hadir diminta untuk memenuhi protokol kesehatan (prokes) lantaran masih pandemi.

Sekretaris Takmir Masjid Agung Kauman, Semarang, Muhaimin menjelaskan, tahun lalu, tradisi semaan alquran memang diberhentikan total karena Covid-19. Namun, tahun ini digelar.

Semaan Alquran yang digelar usai salat zuhur di bawah bimbingan KH Yahya Al Mutamakkin terlihat tidak sepadat masa sebelum pandemi. Hanya di bagian depan masjid saja yang digunakan dan jemaah juga diminta bermasker serta jaga jarak.

“Tahun lalu (kegiatan Ramadan) tidak ada semua. Tahun ini, alhamdulillah ada meski dengan protokol kesehatan,” katanya seperti dikutip Detik.com, Selasa (13/4/2021).

“Setiap peserta harus pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Hari pertama ini akan evaluasi karena ada yang tidak pakai masker,” imbuhnya.

Selain semaan Alquran bakda Zuhur, selama bulan Ramadan 2021 ini ada kegiatan yang dimulai sejak selepas Subuh yaitu pengajian Alquran, kemudian mulai pukul 09.00 WIB pengajian kitab. Setelah Zuhur ada pengajian tafsir Alquran.

“Kalau hari Jumat dan Ahad ada pengajian bakda asar,” ujarnya.

Kegiatan berikutnya yaitu pengajian menjelang buka puasa dan juga pengajian setelah salat Tarawih. Selama bulan Ramadan juga digelar tadarus malam.

“Untuk pengajian bakda Tarawih dilaksanakan seminggu tiga kali, malam Senin, malam Rabu, sama malam Kamis,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk takjil dan makan buka puasa yang disiapkan juga tidak bisa seperti dulu dengan menyediakan air zamzam. Keuangan masjid ikut terpengaruh pandemi sehingga sangat berharap dengan adanya tangan dermawan untuk kelangsungan kegiatan Ramadhan.

“Tidak ada air zamzam tahun ini. Untuk buka (puasa) itu Rp 164 juta sebulan itu besaran satu paket makan dan minum masing-masing Rp 7 ribu. Yang disiapkan berkisar 600 paket sehari karena ada santri dari tiga pondok di sekitar sini juga. Ya uang dari para dermawan,” katanya.

Pihak masjid juga menyediakan tenda di depan masjid. Siang hari bisa digunakan untuk parkir dan malamnya dimanfaatkan warga yang menjual takjil.

“Jadi di depan ada Pasar Jajan Semarangan disingkat Pajangan,” imbuh Muhaimin.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...