Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Perempuan Terapung di Waduk Kembangan Sragen Korban Pembunuhan, Polisi: Dibunuh Karena Tolak Berhubungan Intim

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, meminta keterangan Edi Santoso, pembunuh Sartikawati dalam jumpa pers, Senin (12/4/2021). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

MURIANEWS, Sragen – Temuan jenazah Sartikawati, warga Krandegan, RT 30, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen di Waduk Kembangan Sragen memang membuat geger warga setempat, Minggu (11/4/2021). Saat ditemukan, perempuan 21 sempat tak dikenali karena tak ada identitas apapun.

Kasus tersebut pun langsung didalami kepolisian. Hasilnya, Sartikawati dipastikan sebagai korban pembunuhan. Petugas yang bergerak cepat berhasil meringkus pelaku kurang dari 12 jam setelah jenazah ditemukan.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, pelaku pembunuhan diketahui bernama Edi Santoso, (23), alias Jegger. Pria tersebut merupakan kenalan korban.

”Iya status pelaku adalah teman korban. Keduanya saling kenal,” kata Kapolres dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Senin (12/4/2021) seperti dikutip Solopos.com.

Sedangkan untuk kronologi sendiri, kasus pembunuhan itu berawal ketika pelaku Edi Santoso yang beralamat di Wonokerso Kedawung menggelar pesta miras bersama korban dan teman-temannya.

Lokasi pesta miras itu ada di area persawahan tak jauh dari Waduk Kembangan dan berlangsung pada Sabtu (10/4/2021) malam.

“Pada saat itu, korban terlibat cekcok dengan rekan wanita sehingga ia memisahkan diri dari rombongan. Ia bergeser ke tepi Waduk Kembangan lalu disusul oleh pelaku,” ujar Kapolres dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Senin (12/4/2021).

Saat di tepi waduk, pelaku sempat mengajak korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri di lokasi. Namun ajakan pelaku itu ditolak mentah-mentah oleh korban.

Pelaku, ungkap Kapolres, sempat mengancam akan menceburkan korban ke dalam waduk. Namun, korban bersikeras menolak ajakan pelaku untuk berhubungan intim.

“Korban selanjutnya didorong hingga tercebur ke kolam [waduk]. Kepalanya sempat terantuk batu. Karena kondisi korban terpengaruh minuman keras, ia tak bisa menyelamatkan diri. Ia akhirnya tenggelam dan jasadnya ditemukan mengapung pada keesokan harinya,” papar Kapolres Sragen.

Polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Kurang 12 jam setelah jasad Sartikawati ditemukan, polisi berhasil membekuk pelaku di jalan tak jauh dari minimarket di Kecamatan Kedawung Sragen.

“Setelah saya dorong, saya sempat melihat kepalanya terantuk batu. Setelah itu, saya meninggalkan lokasi. Hubungan kami sebatas teman, saya kenal dia sekitar tiga bulan lalu,” aku pelaku, Edi Santoso.

Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi jasad korban untuk memastikan penyebab kematian Sartikawati.

“Nanti akan bandingkan keterangan dari pelaku dengan hasil autopsi dan hasil rekonstruksi. Sejumlah barang bukti sudah kami amankan seperti sepeda motor, celana jin, jumper, kaus dan barang-barang milik korban seperti perhiasan dan powerbank,” papar Kapolres Sragen.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...