Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Corona di Grobogan Menurun Sehari Jelang Puasa, Hanya Muncul Dua Kasus Baru

Ilustrasi covid-19. (Pixabay)

MURIANEWS, Grobogan – Grafik kasus baru Covid-19 di Grobogan mengalami penurunan sehari menjelang masuknya bulan puasa. Di mana, perkembangan Senin (12/4/2021) hari ini hanya ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan data hari ini, maka sudah muncul 158 kasus baru positif corona sepanjang bulan April 2021 ini.

Pada lima hari sebelumnya, kasus baru yang muncul masih lumayan banyak. Yakni, pada Rabu (7/4/2021) ada 13 kasus. Kemudian, hari berikutnya Kamis ada 27 kasus, Jumat 20 kasus, Sabtu 17 kasus dan Minggu kemarin masih ada 11 kasus yang muncul.

“Perkembangan hari ini sama dengan tanggal 6 April yang sama-sama ada dua kasus baru. Semoga besok dan seterusnya sudah bisa nihil kasus baru,” kata Ketua Harian GTPP Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Endang menjelaskan, penambahan dua kasus baru hari ini berasal dari dua kecamatan. Yakni, dari pria usia 62 dari Kecamatan Gubug yang dirawat di RS Wongsonegoro Semarang, dan pria usia 43 tahun dari Kecamatan Purwodadi yang dirawat di RSUD Purwodadi.

“Selain dua kasus baru, perkembangan hari ini juga ada enam pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sementara untuk kasus kematian pasien positif Covid-19 nihil,” tambahnya.

Dengan perkembangan ini, maka total kasus positif corona di Grobogan secara komulatif bertambah jadi 2.961 orang. Rinciannya, jumlah pasien sembuh bertambah jadi 2.577 orang, dan pasien meninggal 226 orang.

Sementara jumlah pasien yang masih dirawat maupun menjalani isolasi mandiri ada 158 orang.

Terkait kondisi itu, Endang kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laskanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...