Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tradisi Tabuh Beduk Menara Kudus Awali Bulan Suci Ramadan di Kota Kretek

Salah seorang penabuh tengah menabuh beduk di atas Menara Kudus,  Senin (12/4/2021) sore. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bulan suci Ramadan tahun 2021 ini, masih dalam masa pandemi Covid-19. Walau demikian, sejumlah tradisi untuk menyambut bulan besar umat suci Islam tersebut masih digelar di sejumlah daerah. Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu tradisi yang masih dilaksanalam adalah tradisi Tabuh Beduk Blandrangan yang dilakukan oleh Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Kabupaten Kudus. Acara yang sudah turun temurun itu pun dilaksanakan satu hari sebelum puasa Ramadan tiba.

Dimulai dari doa bersama di tajuk menara, enam orang yang bertugas sebagai penabuh bersama satu orang yang memimpin doa mulai berjalan menuju Menara Kudus, dan menaiki tangga menuju puncak menara. Di mana di atas menara tersebut terdapat beduk yang terlihat dari berbagai penjuru.

Enam orang penabuh lantas bergiliran menabuh beduk dengan irama yang khas. Dua orang menabuh, empat orang melantunkan selawat dan doa. Begitu seterusnya hingga menjelang azan magrib.

Untuk tradisi tahun ini sendiri, terdapat acara tambahan di mana warga seputar menara berziarah bersama ke Makam Sunan Kudus. Itu dilakukan sebelum tabuhan beduk dimulai.

Ketua YM3SK Ketua YM3SK Nadjib Hasan menyampaikan jika tradisi tabuh beduk blandrangan dulunya adalah tabuhan Sunan Kudus di atas menara pertanda awal masuk bulan suci Ramadan.

Semua masyarakat, lanjut Najib kemudian menunggu di bawah sembari mendengarkan tabuhan beduk Sunan Kudus.

“Itulah sebenarnya awal dari tradisi Dhandangan yang saat ini ditiadakan,” kata dia di sela pelaksanaan tabuh beduk, Senin (12/4/2021).

Lebih rinci, Najib mengatakan jika sebenarnya tradisi dhandangan di masa Sunan Kudus adalah seperti berjualan-berjualan makanan dan suvenir khas menyambut bulan puasa. Salah satu yang paling khas, adalah intip ketan bakar.

“Itu adalah salah satu makanan khas untuk menyambut bulan suci Ramadan,” jelas Najib.

Selain itu, ada sejumlah makanan lain seperti Puli Kotokan dan pecel meniran yang disuguhkan dalam acara tersebut.

Dua makanan tersebut, merupakan makanan khas Kota Kretek dan disantap sembari mendengarkan tabuhan beduk blandrangan.

Sementara Rina Maya, salah satu pengunjung Menara Kudus mengaku memang menantikan adanya tabuhan beduk sehari sebelum Ramadan. Dia sendiri, hampir tiap tahun datang ke Masjid Menara, dan mendengarkan tabuhan bedug sebagai pertanda awal bulan Ramadan.

“Saya tiap tahun ke sini, karena rumah juga dekat sini jadi sering datang tiap tahun,” ujar dia.

Pihaknya pun sedikit merasa sepi karena tak adanya dhandangan pada tahun ini. Namun jika memang ditiadakan karena alasan pandemi Covid-19 pihaknya tidak masalah.

“Semoga pandemi ini bisa segera selesai dan kehidupan bisa normal lagi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...