Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pengusaha Bus Kudus Keluhkan Larangan Mudik: Luka Lama Belum Sembuh, Malah Ditambahi

Suhartono, Pimpinan PO Shantika Kudus Suhartono (kiri) memberikan keterangan pada awak media. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah kembali melarang mudik Lebaran Idul Fitri di 2021 ini. Walau dalam perjalanannya ada sejumlah daerah yang masih diberi kelonggaran untuk mudik, tapi keresahan masih terus dirasakan para penyedia jasa transportasi bus.

“Luka tahun kemarin saja masih belum sembuh, ini mau ditambah lagi,” kata pimpinan Perusahaan Otobus (PO) Shantika Kudus Suhartono, Senin (12/4/2021).

Momentum mudik Lebaran tahun ini, kata dia, sudah dinanti-nantikan para pengusaha bus. Namun sayang, pemerintah justru mengeluarkan kebijakan yang dianggap semakin menjegal para penyedia jasa trasportasi.

“Pemerintah harusnya membantu untuk bangkit, tapi kok ya malah menjegal,” ujar dia.

Pihaknya pun menyebutkan jika pemerintah bisa saja membunuh jasa transportasi apabila tidak mempertimbangkan kebijakan larangan mudik.

Hal tersebut dikarenakan sudah banyak penyedia jasa yang mulai goyah dan menjual bus-busnya. Beberapa karyawan juga mulai banyak di-PHK. “Kalau terus-terusan bisa saja membunuh pengusaha-pengusaha bus,” tegasnya.

Pihaknya sendiri, kini menaungi setidaknya ratusan karyawan. Sebisa mungkin, para pekerja tetap diberikan pekerjaan dan gaji sesuai kemampuannya.  “Sebisa mungkin saya cukupi, bagaimanapun juga,” ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kudus Mahmudun mengatakan jika para pelaku usaha transportasi sudah sangat mengerti bagaimana prosedur penerapan protokol kesehatan yang harus diterapkan di dalam kendaraan umum.

Sehingga pihaknya berharap pemerintah memberi kesempatan bagi para pelaku usaha transportasi untuk bergeliat di mudik Lebaran tahun ini di semua rute.

“Kami selalu patuh dengan penerapan prokes ini, mulai dari mencuci tangan hingga pembatasan jumlah penumpang. Kami harapkan pemerintah bisa mempertimbangkan kembali, atau malah mencabut larangan ini,” ucap Mahmudun

Apabila dilarang kembali, pihaknya khawatir makin banyak perusahaan transportasi yang gonjang-ganjing manajemennya hinga bangkrut. Mengingat banyak penyedia jasa transportasi yang sudah menyiapkan armadanya untuk mudik Lebaran ini.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...