Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geger! Rumah Menlu Pertama RI Dijual Rp 200 Miliar, Begini Penjelasan Kemenlu

Kantor Kemlu RI pertama dan eks rumah Achmad Soebardjo (dok Kemenlu/Twitter)

MURIANEWS, Jakarta – Jagat dunia maya dibuat geger dengan kabar dijualnya rumah Menteri Luar Negeri (Menlu) pertama RI Achmad Soebardjo. Rumah yang menjadi tonggak sejarah bangsa di Cikini, Jakarta Pusar itu dikabarkan dijual dengan harga Rp 200 miliar.

Kabar dijualnya rumah pahlawan nasional itu diperkuat oleh unggahan di laman Instagram resmi @kristohouse selaku developer real estate.

“DIJUAL RUMAH LAMA DILOKASI STRATEGIS ZONA KOMERSIL BISA UNTUK GEDUNG 8 LANTAI @ CIKINI RAYA,” tulis sang developer.

Tertulis juga info tambahan seperti bangunan lama dengan luas tanah mencapai 2.915 meter persegi dan luas bangunan 1.676 meter persegi. Harganya pun ditaksir mencapai Rp 200 miliar namun bisa ditawar.

Di kolom komentar, tak sedikit warganet yang bertanya seputar status dari bangunan bersejarah tersebut. Banyak yang menyebut kalau bangunan itu berstatus Cagar Budaya.

Dikutip Detik.com, Senin (12/4/2021), rekanan dari pihak Kristohouse yang mengurus surat dan perizinan mengaku bahwa bangunan itu bukanlah Cagar Budaya.

“Ada surat dari Pemda DKI, bahwa bukan termasuk Cagar Budaya,” ujar perwakilan Kristohouse yang tak ingin disebut namanya.

Lebih lanjut, surat keterangan dari Pemda DKI terkait status bangunan itu dipegang oleh sang owner atau pemilik rumah kini.

“Saya nggak bisa kasih suratnya tanpa seizin owner,” tutupnya.

Hanya seperti informasi di laman Twitter Kemenlu, bangunan tersebut tidak terbuka untuk publik. Pihak awam hanya diperbolehkan melihat dari sisi luar saja, tanpa masuk ke dalamnya.

“Untuk sementara sepertinya belum bisa untuk publik masuk ke dalam rumah, hanya sebatas di muka rumah saja,” cuit pihak Kemenlu.

Terkait penjualan rumah bersejarah itu, salah satu warganet bernama @jackielane*** juga mendapati kabar perihal penjualan rumah itu pada pertengahan Desember tahun 2020 lalu.

“Min hari ini pas lewat dpn rumah ini terpasang banner “dijual”. Apakah mungkin Kemenlu membeli rumah tersebut untuk dpt dijadikan museum diplomasi?” tulisnya.

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi menegaskan bangunan tersebut memang bukan cagar budaya. Rumah yang menjadi kantor pertama Kemenlu di tahun 1945 itu ternyata, memang properti itu milik pribadi keluarga Achmad Soebardjo.

“Properti tersebut adalah milik keluarga alm Ahmad Soebardjo, bukan milik pemerintah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.

Ia menjelaskan, almarhum Achmad Soebardjo merupakan Menteri Luar Negeri pertama yang dilantik pasca Kemerdekaan Negara Indonesia pada 18 Agustus 1945. Kediamannya lah yang dijadikan kantor kemlu pada masa itu.

“Sewaktu Kemlu belum memiliki kantor, sempat dipinjamkan ruangan di rumah tersebut untuk bekerja,” kata Teuku.

Kementerian Luar Negeri menggunakan rumah alm Achmad Soebardjo selama kurang lebih dua bulan, yaitu pada Agustus hingga Oktober 1945, tepatnya pada ruang kerja dan juga teras.

Alm Achmad Soebardjo dua kali menjabat sebagai Menlu RI di masa Soekarno, yaitu selama empat bulan, mulai Agustus hingga Desember dan pada 1951-1952.

“Digunakan oleh Kemlu setidaknya 2 bulan, dari Agustus-Oktober 1945,” kata Teuku.

Setelah bertempat di rumah alm Achmad Soebardjo, kantor Kemenlu kemudian pindah ke gedung yang dipakai bersama dengan Kementerian PP & K. Kemudian pindah lagi di bulan November dan Desember 1947.

“Bulan Oktober 45 pindah ke Jalan Cilacap no. 4 di gedung yang dipakai bersama dengan Kementerian PP & K. November 45 pindah lagi ke Jalan Pegangsaan Timur no. 36 sampai pindah ke Yogyakarta bulan Desember 47,” kata Teuku.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...