Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geger Tas Misterius Diduga Bom di Gedung DPRD Kediri, Setelah Diledakkan Ternyata Batu Bata

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim saat menjinakkan tas misterius yang diduga bom. (Detik.com)

MURIANEWS, Kediri – Sebuah tas mencurigakan warna hitam membuat heboh warga dan petugas keamanan Gedung DPRD Kota Kediri. Tas hitam misterius itu ditemukan di belakang pintu gerbang masuk DPRD bagian selatan Jalan Mayor Bismo.

Tas mencurigakan itu ditemukan petugas keamanan internal anggota DPRD Kota Kediri sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu petugas keamanan sedang melakukan patroli pagi.

Saat dicek, isinya kabel dan baterei. Penemuan ini langsung dilaporkan ke polisi. Di sekitar lokasi tas tak bertuan itu langsung disterilisasi. Bahkan kantor dewan di-police line untuk mencegah warga keluar masuk.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, petugas turut menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim.

Tim Jibom yang datang langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi. Terdengar dua kali suara ledakan dari halaman kantor DPRD Kota Kediri. Usai diledakkan, petugas menyisir serpihan tas untuk mencari kemungkinan bahan peledak lain.

Setelah diledakkan dan dicek, ternyata tas misterius itu bukan berisi rangkaian bom.

Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo mengatakan tas mencurigakan tersebut berisi batu bata merah.

“Setelah dilakukan proses peledakan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jatim, diketahui isinya adalah batu bata merah, tidak ditemukan adanya benda-benda berbahaya dan menyerupai bahan peledak,” kata kapolres kota seperti dikutip Detik.com, Senin (12/4/2021).

Eko memastikan jika tas tersebut hanyalah berisi batu bata. Hal ini berbeda dengan laporan satpam yang menyebut adanya kabel, baterai, dan gulungan kertas.

Meski berisi batu bata, polisi tetap menyelidiki pelaku yang meletakkan tas mencurigakan tersebut. Sejumlah CCTV telah diamankan untuk mencari tahu identitas pelaku.

Eko juga meminta masyarakat tidak panik dan takut atas insiden ini. Polisi memastikan keamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa ramadhan.

“Kami bersama Pak Dandim akan menjamin keamanan masyarakat menjalankan ibadah puasa,” tandasnya.

Sementara selama proses peledakan berlangsung, petugas mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Mayor Bismo. Penutupan ini sempat mengundang perhatian warga sekitar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...