Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Viral Bentrokan Antarpemuda saat Sambut Bulan Ramadan di Makassar, Polisi: Sudah Damai, Hanya Salah Paham

Bentrokan antarpemuda saat acara sambut bulan suci Ramadhan di Pulau Kodingareng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. (Detik.com)

MURIANEWS, Makassar – Gara-gara saling ejek, bentrokan antarpemuda di Pulau Kodingareng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pecah. Ironisnya, bentrokan tersebut itu terjadi dalam acara sambut Ramadan.

Akibatnya, bentrokan tersebut viral di media sosial. Beruntung bentrokan yang didasari kesalahpahaman itu bisa segera diatasi dan diredam polisi setempat.

“Anak-anak berkelahi itu terjadi karena salah paham,” ujar Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP M Kadarislam seperti dilansir dari Detik.com, Senin (12/4/2021).

Dalam video yang beredar, tampak salah satu kelompok pemuda pemuda tengah berusaha menyerang dengan melempar. Sementara di lain sisi, seorang pemuda berusaha ditarik mundur oleh pria yang diduga rekannya dengan maksud untuk melerai.

Kadarislam mengatakan, perkelahian tersebut berawal dari kegiatan Minggu Ceria di Pulau Kodingareng, Minggu (11/4/2021). Minggu Ceria sendiri disebut sebagai tradisi masyarakat setempat menjelang bulan puasa.

“Anak-anak yang berkelahi antara anak-anak Kodingareng dan anak-anak Barang Lompo pas ada kegiatan Minggu Ceria. Kegiatan Minggu Ceria ini kegiatan yang sudah menjadi tradisi orang pulau menjelang ramadhan dengan cara kumpul-kumpul sambil makan-makan,” katanya.

Namun saat kegiatan Minggu ceria tersebut, terjadi kesalahpahaman antarpemuda hingga sempat memicu perkelahian di antara mereka.

“Salah pahamnya itu, karena ada anak-anak dari Barang Lompo yang teriak-teriak mereka (anak Kodingareng) pikir diejek, ada yang tak terima, akhirnya mereka saling lempar tapi setelah itu dilerai,” jelasnya.

Kadarislam memastikan, insiden tersebut tak berbuntut panjang sebab emosi para pemuda dapat diredam. Mereka pun didamaikan.

“Sudah selesai kok, mereka sendiri sudah berdamai,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...