Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Iptu Subkhan Ajak Totalitas Bekerja Jangan Sekadar Formalitas

Iptu Subkhan saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus menggelar pembinaan wawasan kebangsaan di Aula Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kudus, Minggu (11/4/2021).

Acara yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat tersebut, dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan lembaga, hingga jajaran perangkat.

Kepala Unit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan yang dihadirkan sebagai narasumber mengatakan, seluruh stakeholder harus menjalankan apapun profesi yang diembannya secara totalitas, bukan hanya formalitas belakang. Sehingga bisa menghasilkan suatu hal yang bermanfaat.

“Apapun tanggung jawab profesi yang diberikan bila dijalani dengan totalitas akan bermanfaat, baik diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa hingga negara. Kuncinya dengan memliki niat dan ikhlas sebagai bentuk ibadah, ” katanya.

Sebagai contoh kecil, sambung dia, saat diberi tanggung jawab sebagai pengurus masjid. Maka setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan untuk membentuk inovasi dan kreativitas.

Yang pertama, bagaimana membuat struktur organisasi kuat dari sisi administrasi dan legal standing atau hukum. Kemudian, bagaimana membuat nyaman para jemaah dengan  program pembagunan dan pembantaian fasilitas. Serta, bagaimana membuat program agar tetap makmur.

“Bila ketiganya bisa dilakukan dengan baik, maka hal itu akan menunjukkan performance character dari seorang pengurus masjid. Karena indikasinya adalah memiliki tujuan atau target yang terukur serta selalu berusaha dengan keras,” jelasnya.

Selanjutnya, juga diperlukan kesadaran, sikap dan perbuatan yang harus memiliki unsur tanggung jawab, berinttegritas, respon cepat perkembangan, dan mempunyai sikap berani untuk tetap berinovasi dan berkreasi.

Aja sak mlakune (Jangan hanya formalitas saja yang penting sudah jalan). Ini juga akan menunjukkan bahwa moral karakter seseorang itu juga baik, ” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut seiring dengan perkembangan situasi dan kondisi perkembangan saat ini, yakni adanya penambahan kebutuhan primer yang awalnya hanya sandang, pangan dan papan, kini bertambah dengan paketan kuota internet.

Hal tersebut akan menjadi potensi bertambahnya ancaman terhadap wawasan kebangsaan bagi masyarakat.

“Dengan totalitas dan tidak sekadar formalitas dalam menjalani profesi akan meningjagkan ketahanan dan wawasan kebangsaan. Lihatlah hal baik dari negara kita, pupuklah rasa suka, sehingga akan tumbuh rasa mencintai dan menyayangi negara Republik Indonesia, ” pungkasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...