Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pendaki Asal Demak Kram Kaki saat Turun dari Gunung Lawu, Langsung Dievakuasi Tim SAR

 

Tim SAR Gabungan mengevakuasi pendaki di Gunung Lawu, Senin (12/4/2021) dini hari. (Tim SAR Karanganyar)

MURIANEWS, Karanganyar – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki asal Kabupaten Demak di Gunung Lawu, Minggu (11/4/2021). Evakuasi tersebut terpaksa dilakukan karena pendaki bernama Sefa, (20), tersebut mengalami kram kaki saat turun di Pos Tiga.

Warga Kelurahan Betokan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak itupun akhirnya dijemput Tim SAR gabungan dari sukarelawan Gentapala, tim SAR Karanganyar, PMI Cabang Karanganyar, dan warga setempat sebanyak 25 orang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Tim SAR Karanganyar, Sefa mendaki Gunung Lawu bersama seorang rekannya melalui jalur pendakian Tambak. Dia mendaki pada Sabtu (10/4/2021).

Sesuai rencana, dua orang itu turun dari puncak Lawu pada Minggu. Sayangnya, saat perjalanan turun sampai pos tiga jalur pendakian Tambak, Sefa mengeluh kejang otot kaki. Dia menyampaikan kepada rekannya bahwa tidak bisa melanjutkan perjalanan turun.

Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro Yunianto, membenarkan adanya informasi tersebut. Tim SAR gabungan pun melakukan evakuasi mulai pukul 16.00 WIB.

“Basecamp mendapat informasi dari pendaki lain. Ada survivor membutuhkan bantuan. SRU (search and rescue unit) satu tim reaksi cepat (TRC) naik. Lalu disusul SRU dua pukul 16.30 WIB. Relawan Gentapala meminta bantuan tim SAR Karanganyar pukul 21.00 WIB. Kami mulai evakuasi pukul 22.00 WIB. Survivor sampai basecamp pukul 01.30 WIB (Senin dini hari),” jelas Sukro, sapaan akrabnya, Senin (12/4/2021).

Informasi lain menyebutkan survivor diduga sudah mengalami kejang otot kaki saat perjalanan naik Gunung Lawu pada Sabtu. Tetapi, dia memaksakan naik. Ternyata, kondisi kram kaki memburuk saat perjalanan turun. Sukro menduga pendaki itu kelelahan dan kondisi medan tidak memungkinkan.

Proses evakuasi, lanjut Sukro, dilakukan secara manual dari pos tiga menuju pos satu. “Dari pos tiga ke pos dua itu kami ajak jalan kaki tetapi survivor enggak mampu. Akhirnya kami gendong sampai pos satu. Dari pos satu ke basecamp itu menggunakan sepeda motor milik warga. Kebetulan jalur bisa dilewati sepeda motor,” tutur dia.

Sukro menuturkan tidak ada kendala besar selama evakuasi. Tetapi, dia mengakui jalur pendakian Gunung Lawu melalui Tambak tidak semudah dua jalur lain di Kabupaten Karanganyar, yaitu Candi Ceto dan Cemara Kandang. Menurut dia, pendaki membutuhkan ekstra tenaga saat mendaki Lawu melalui jalur Tambak.

“Jalur kan lebih ekstrem, licin. Jadi memang harus hati-hati. Kalau dibanding dua jalur lain, Tambak ini lebih jauh dan belum banyak pendaki familiar. Kira-kira bisa 7 jam hingga 8 jam. Kalau Cemara Kandang 5 jam hingga 6 jam bagi yang terbiasa. Akhir pekan hanya 20 orang naik lewat Tambak,” ujar dia.

Hingga berita ini ditulis, survivor masih berada di basecamp jalur pendakian Tambak. Dia masih beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...