Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tenda Payung di Balai Jagong Kudus Rusak, Begini Tanggapan Disdikpora Kudus

Tenda Payung Di Kompleks Balai Jagong Kudus, kondisinya rusak. Warga berharap bisa dilakukan perbaikan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Tiga dari empat tenda payung yang berada di area panjat tebing, kompleks Balai Jagong, Kudus rusak. Sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya.

Dari pantauan MURIANEWS, Minggu (11/4/2021), tiga dari empat tenda payung kondisinya sudah rusak. Ada yang berlubang, ada juga yang sudah lepas dan tinggal bagian setengahnya saja.

Sementara satu tenda payung sisanya masih utuh, namun sudah ada yang bagian yang berlubang sedikit. Warna tenda payungnya juga sudah mulai tampak kusam.

Jalil, salah seorang warga yang sedang bersantai di bawah tenda payung itu, menyatakan sangat menyayangkan kondisi yang terjadi. Sebagai warga Kudus, dirinya berharap tenda payung tersebut bisa diperbaiki.

“Aku wes rong Minggu bolak-balik dolan kene kondisi payunge wes rusak” (Saya sudah dua minggu bolak-balik ke sini kondisi tenda payungnya sudah rusak),” katanya, Minggu (11/4/2021).

Jika tenda paying itu diperbaiki, maka akan ada manfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa digunakan warga untuk bersantai dan berteduh. Selain itu, perbaikan yang dilakukan juga akan memperindah lingkungan di kompleks ini.

“Inginnya ya diperbaiki supaya lebih baik lagi kondisinya,” ujar pemuda yang beralamat di Desa Tenggeles itu.

Warga lainnya, Tutik yang merupakan warga Desa Wergu Wetan, mengaku ingin melihat tenda payung tersebut bisa segera diperbaiki atau kalau perlu diganti. Tujuannya agar bisa digunakan sebagai tempat berteduh.

“Kalau bisa diganti supaya lebih bagus dan bisa dipakai ngadem,” pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, mengatakan pihaknya belum tahu perihal waktu kerusakannya. Namun, Harjuna menduga kerusakan tersebut disebabkan karena faktor cuaca.

“Kalau ditanya rusaknya sejak kapan, kami tidak tahu. Mungkin karena kepanasan dan kehujanan sehingga rusak dan bolong-bolong,” katanya, Minggu (11/4/2021).

Harjuna menambahkan, anggaran perbaikan sejauh ini belum ada. Pun saat ditanya nominal anggaran yang dibutuhkan dirinya belum bisa menyebutkannya.

“Anggaran perbaikan belum ada. Tapi harapannya kalau nanti ada anggaran ya supaya bisa diperbaiki,” ujarnya memberikan tanggapan.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula

Editor: Budi Santoso

Comments
Loading...