Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ciptakan Gotong-Royong di Pasar Bungah, Dagangan Teman Yang Belum Habis Harus Dibantu

Pedagang menjual beragam dagangan di Pasar Bungah yang digelar di RT 02, RW 01, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Minggu (11/4/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pasar Bungah Desa Janggalan, edisi kedua tahun ini digelar kembali, Minggu (11/4/2021). Pasar rakyat ini digelar di wilayah RT 02, RW 01, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Pasar Bungah merupakan wujud gotong-royong antar pedagang.

Menurut Kepala Desa Janggalan, Noor Azis, pihaknya ingin menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan seperti Desa Janggalan ini dapat bergotong-royong. Salah satunya lewat kegiatan dagang.

“Makanya saya instruksikan kepada pedagang untuk tidak egois. Jadi kalau ada dagangan rekannya yang belum habis, harus dibantu njual. Supaya semua pedagang di sini dagangannya habis,” katanya, Minggu (11/4/2021).

Aziz menambahkan, pada gelaran Pasar Bungah pekan lalu, Minggu (4/4/2021), omzet hasil keseluruhan penjualan pedagang yang berjumlah 87 orang dalam sehari mencapai Rp 25 juta.

“Untuk hari ini kami ajak semua pedagang untuk gotong royong membantu menjualkan barang dagangan teman yang belum habis. Kalau omzet hari ini belum kami hitung. Kalau edisi 4 April lalu omzetnya mencapai Rp 25 juta,” terangnya.

Nantinya, gelaran Pasar Bungah akan berlanjut digelar saat Ramadan. Pelaksanaannya sepekan sekali setiap Sabtu. Waktunya disesuaikan saat ngabuburit.

“Untuk masyarakat yang mencari takjil bisa datang ke sini. Supaya pedagang di sini perekonomiannya meningkat dan bisa membeli kebutuhan untuk lebaran,” ungkapnya.

Senada, Camat Kota, Endah Pramudya Wati menyampaikan, keberadaan Pasar Bungah bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Janggalan. Menurutnya, Desa Janggalan memiliki potensi UMKM yang bagus.

“Di Pasar Bungah ini bisa terbentuk kerukunan dan mengurangi pengangguran. Sehingga kondusifitas masyarakat terjamin,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula

Editor: Budi Erje

Comments
Loading...