Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Ada Lagi Pembatasan Jam Operasi Usaha Kuliner di Grobogan Meski PPKM Mikro Diperpanjang

Jam operasional untuk PKL tidak dibatasi lagi dalam masa perpanjangan PPKM Mikro. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali ikut melaksanakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro selama dua pekan ke depan, hingga 19 April 2021.

Meski demikian, dalam masa perpanjangan kali ini sudah terdapat banyak kelonggaran dibandingkan dalam pelaksanaan PPKM sebelumnya. Khususnya untuk sektor kuliner.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Grobogan Nomor 360/709/2021 yang mengatur tentang PPKM mikro. Berdasarkan SE tersebut, untuk usaha rumah makan, angkringan, restoran, warung kopi, kafe PKL atau sejenisnya diperbolehkan buka tanpa ada batasan jam operasional.

Pada PPKM sebelumnya, untuk usaha restoran, rumah makan, kafe, dan warung kopi dibatasi sampai pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk usaha angkringan, PKL, dan kegiatan lain yang sejenis diperbolehkan buka sampai pukul 22.00 WIB.

“Untuk sektor kuliner memang tidak ada lagi pembatasan jam operasionalnya. Meski demikian, usaha ini hanya boleh melayani konsumen untuk makan minum di tempat paling banyak 50 persen dari kapasitas yang disediakan,” kata Plh Bupati Grobogan Moh Sumarsono.

Sementara untuk layanan pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional dengan menerapkan prokes yang lebih ketat.

Untuk pusat perbelanjaan, toko swalayan, pertokoan, ketentuannya masih seperti sebelumnya. Yakni, jam operasionalnya masih dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, untuk pasar rakyat diperbolehkan buka sampai dengan pukul 14.30 WIB. Sedangkan pasar yang operasionalnya malam hari boleh buka sampai pukul 08.00 WIB.

Ia menambahkan, pada perpanjangan PPKM ini, kegiatan di tempat hiburan, dan wisata sudah diperbolehkan buka tetapi diatur ketentuannya. Termasuk, untuk destinasi wisata air serta tempat karaoke.

“Untuk usaha karaoke ini, masih diperbolehkan buka sebelum bulan puasa saja. Selama bulan puasa, semua tempat karaoke wajib tutup,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...