Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tepat Setahun Corona di Grobogan, Total Ada 2.947 Orang Tertular

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Grobogan – Hari ini, Sabtu (10/4/2021) tepat setahun munculnya kasus positif virus corona atau Covid-19 di Grobogan. Kasus positif Covid-19 yang muncul pertama diumumkan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni pada Jumat (10/4/2020) lalu.

Adapun orang yang dinyatakan positif Covid-19 saat itu adalah seorang perempuan usia 47 tahun dari Kecamatan Geyer. Orang pertama di Grobogan yang positif Covid-19 itu akhirnya berhasil sembuh setelah menjalani perawatan sekitar tiga pekan di RSUD Purwodadi.

“Iya, hari ini tepat setahun munculnya kasus Covid-19 di Grobogan. Untuk kasus pertama itu, orangnya belum lama pulang jadi TKI di Hongkong,” kata Ketua Harian GTTP Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih, Sabtu (10/4/2021).

Setelah itu, kasus positif Covid-19 berikutnya terus muncul dan tersebar merata di 19 kecamatan. Dalam kurun waktu setahun, sudah ada 2.947 kasus positif Covid-19 yang ditemukan.

Dari kasus yang sudah muncul tersebut, paling banyak terdapat pada bulan Januari 2021 yang totalnya ada 791 kasus. Sedangkan paling sedikit terdapat pada bulan April 2020 yang hanya ada sepuluh kasus.

Kasus yang muncul dalam kurun setahun ini, paling banyak ada di Kecamatan Purwodadi dengan 602 kasus. Sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Klambu dengan 53 kasus.

Dari 2.947 orang yang terkonfirmasi Covid-19 ini, sebanyak 226 orang yang meninggal dunia. Kasus paling banyak ada pada bulan Februari 2021 dengan 33 orang yang meninggal. Sedangkan paling sedikit muncul di bulan Mei tahun 2020 yang hanya ada satu orang meninggal.

“Khusus untuk April ini, sudah ada 145 kasus baru dalam waktu sepuluh hari. Sedangkan kasus kematian pasien positif Covid-19 pada bulan ini sudah ada 13 orang,” kata Endang.

Terkait kondisi itu, Endang kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laskanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...