Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Anggota KIP Jateng Diduga Lakukan KDRT, Pernah Dilaporkan Atas Kasus yang Sama 2016 Lalu

 

Ilustrasi (pixabay)

MURIANEWS, Semarang – Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jateng mealaporkan salah satu anggota Komisi Informasi Publik (KIP) berinisial SH ke instansi tempatnya bekerja. Pelaporan tersebut lantaran SH diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Koordinator JPPA Jateng, Nihayatul Mukharomah mengatakan, SH dilaporkan ke KIP Jateng di jalan Tri Lomba Juang No 18, Kota Semarang, Kamis (8/4/2021) lalu. Pelaporan tersebut ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya SH juga pernah dilaporkan atas kasus yang sama pada 2016 lalu.

Meski demikian, saat itu kasus KDRT pejabat publik di Semarang itu tidak berlanjut setelah KIP Jateng menggelar mediasi antara pelaku dengan korban, yang merupakan istrinya.

“Iya, dia pernah dilaporkan juga ke KIP Jateng atas kasus KDRT terhadap istrinya. Tapi, saat itu pelaku menyatakan minta maaf dan berjanji tidak akan mengulang kesalahan,” ujar perempuan yang akrab disapa Niha itu kepada Solopos.com, Jumat (9/4/2021).

Meski demikian, pelaku tidak memenuhi janjinya. Bahkan, ia beberapa kali mengulang perbuatannya.

Puncaknya pada Maret 2021, SH diduga kembali melakukan tindak kekerasan kepada korban. Bahkan akibat perbuatan pelaku itu, korban mengalami luka-luka di bagian wajah.

“Korban sempat mengeluarkan darah di bagian hidung dan wajah akibat perbuatan pelaku,” ujar Niha.

Niha pun berharap KIP Jateng menindaklanjuti laporan itu dengan memberi sanksi tegas kepada pelaku. Apalagi pelaku berstatus sebagai pejabat publik, yakni komisioner KIP Jateng dan memiliki trek rekor sebagai pegiat HAM.

Niha juga menduga pelaku sudah melakukan tindak kekerasan kepada korban sejak 2010 silam. Diduga perselisihan antara pelaku dengan korban karena ada keterlibatan pihak ketiga.

“Kami ingin pelaku dicopot dari jabatannya sebagai komisioner KIP Jateng. Tindakan pelaku sudah melanggar kode etik dan juga UU tentang KDRT,” imbuhnya.

Niha mengatakan saat ini pihaknya masuk dalam melakukan pemulihan psikologis terhadap korban sambil menunggu tindak lanjut dari KIP Jateng.

Namun, jika KIP Jateng tidak menanggapi laporan dari JPPA Jateng pihaknya akan melakukan upaya lanjutan agar pelaku jera dan tidak mengulang perbuatannya.

Sementara itu, Ketua KIP Jateng, Sosiawan, berjanji akan menindaklanjuti pengaduan KDRT pejabat publik di Semarang dari JPPA Jateng itu. Jika terbukti bersalah, KIP Jateng tidak segan memberi sanksi tegas kepada anggotanya.

“Tentu kami akan tindak lanjuti laporan ini. Kami akan segera menggelar rapat pleno untuk membahas kasus ini dan mendengar kesaksian terlapor,” ujar Sosiawan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...