Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Piton Empat Meter Masuk Permukiman di Kudus, Sempat Memangsa Satu Entok

Warga menangkap ular piton sepanjang empat meter di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Warga Dukuh Sukoharjo, RT 3, RW 5, Desa Gribig, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dihebohkan dengan kemunculan ular piton berukuran besar di permukiman warga setempat, Sabtu (10/4/2021).  Ular piton tersebut mempunyai panjang empat meter.

Ulya, warga setempat mengatakan, ular tersebut ditemukan di depan rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. Piton tersebut kali pertama diketahui oleh suaminya.

Piton tersebut diperkirakan berasal dari perkebunan atau pekarangan kosong yang berada di samping rumahnya.

“Awalnya pas saya mau salat subuh. Terus anak saya yang kecil rewel, dibawa ke luar bapaknya. Sampai keluar kok ada suara gelodakan (berisik), karena agak gelap lampunya dinyalain. Tahu-tahu ada ular besar. Terus manggil Pak Muallim, biasanya kalau ada ular memang panggilnya Pak Muallim,” katanya, Sabtu (10/4/2021).

Ia pun mengaku sudah dua kali menemukan ular di sekitar rumahnya. Namun ukurannya tak sebesar ular yang ditemukannya kali ini.

Sementara, Muallim warga setempat yang menangkap ular mengaku, tak begitu kesulitan saat menangkap piton berukuran besar itu. Untuk menangkap ular itu, ia dibantu oleh salah seorang warga lain.

“Nangkapnya dua orang, yang satu saya suruh pegangin bagian ekornya. Posisinya itu melilit di tempat sampah. Tidak ada perlawanan waktu saya tangkap,” jelasnya.

Sebelum ditangkap, ular tersebut juga sempat memangsa unggas entok milik warga. Sebab, saat ditangkap ular tersebut memuntahkan entok dengan ukuran cukup besar.

“Makan satu unggas entok, waktu dimuntahkan ukurannya cukup besar. Warga juga kadang ada yang kehilangan ayam, ” ucapnya.

Meski sudah cukup sering menangkap ular, dirinya tidak mau disebut sebagai pawang ular. Selama ini dirinya pun mengaku belum pernah menjual ular hasil tangkapanya. Bahkan, ular yang ditangkap dilepaskan kembali ke habitatnya.

“Ya bukan pawang, cuman berani saja. Saya sering dapat ular, biasanya setelah tangkap dipelihara sebentar buat mainan setelah itu saya lepas ke tempat yang aman jauh dari pemukiman warga, ” ungkapnya.

Ia pun memperkirakan masih ada ular-ular berukuran besar yang berada di sekitar permukiman yang. Namun memang jarang menampakkan diri.

“Kemungkinan masih ada, di Bong Cina, di sungai dekat sini.  Ada yang sekitar sembilan meter tapi jarang nampak, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...