Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bisnis Belum Pulih, Pengusaha Hotel di Kudus Khawatir Tambah Rugi karena Larangan Mudik

Pengendara melintas di depan salah satu hotel di Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Tingkat keterisian sejumlah hotel di Kabupaten Kudus hingga kini masih rendah. Padahal, sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda, dan kini belum menunjukkan adanya grafik kenaikan okupansi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus Tri Suyitno juga mengklaim saat ini keterisian atau okupasi sejumlah hotel di Kudus hanya berkisar di 30 persen saja.

“Sementara masih belum banyak yang bergeliat, paling sekitar 30 persen saja,” ucap dia, Sabtu (10/4/2021).

Jumlah tersebut pun dikhawatirkan bisa menurun lagi mengingat kembali dikeluarkannya larangan mudik oleh pemerintah. Padahal, semua pengusaha perhotelan tengah menantikan momentum tersebut.

“Kemarin momentum tahun lalu juga terlewatkan. Kalau larangan mudik benar diterapkan ya sudah peluangnnya hampir tidak ada. Kami sangat menyayangkan,” kata dia.

Terlebih, pengusaha jasa penginapan telah mengikuti bimbingan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability/CHSE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pihaknya pun khawatir hal seperti itu bisa lebih memperburuk bisnis perhotelan. Terlebih pada tahun lalu, pandemi Covid-19 benar-benar memukul pelaku usaha. Tak jarang pula, terjadi pengurangan jam kerja karyawan. Atau yang lebih parah, terjadi pengurangan pekerja hotel.

“Itu dilakukan supaya bisnis perhotelan bisa tetap bertahan di tengah pandemi yang sulit ini,” ungkapnya.

PHRI Kudus sendiri, berharap pemerintah mempertimbangkan kembali larangan tersebut. Para pengusaha hotel juga telah sadar betul bagaimana penerapan prokes di kawasan usahanya. Hal tersebut dirasa bisa meyakinkan wisatawan untuk menginap di hotel-hotel di Kudus.

“Kemenparekraf juga memberikan peluang untuk tetap bergeliat di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kami sudah menerapkannya sehingga banyak tamu yang berani menginap karena jaminan tersebut,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...