Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penentuan Awal Ramadhan, Kemenag Gunakan 86 Lokasi untuk Hilal  

Kegiatan Hilal.(kompas.com/ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRI)

MURIANEWS, Jakarta- Masyarakat muslim di Indonesia dan seluruh dunia akan segera melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Pemerintah Indonesia, akan segera menetapkan permulaan awal Ramadhan, melalui sidang Isbat seperti biasanya.

Direktur Urusan Agama Islam, Agus Salim menjelaskan, Sidang Isbat akan dibagi dalam tiga tahap. Pada tahap awal akan disampaikan pemaparan cara hilal awal Ramadan 1442 Hijriyah oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag.

Sesi ini akan dimulai pukul 16.45 WIB dan langsung ditayangkan TVRI dan RRI. Selanjutnya, Sidang Isbat tahap ke-2 akan dilaksanakan usai magrib, yang pelaksanaanya digelar secara tertutup.

“Tahap ketiga, permintaan Persidangan Isbat oleh Menteri Agama yang akan bisa diikuti secara langsung melalui TVRI, RRI, dan Medsos Kemenag,” katanya, seperti yang dikutip dari kompas.com, Jum’at (9/4/2021).

Menurut Agus Salim, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadhan di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten / Kota yang berhubungan dengan pengadilan agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.

Sementara itu, Kementrian Agama RI, rencananya akan melaksanakan sidang Isbat (Penetepan Ramadhan1442 Hijiriah), pada Senin 12 April 2021 nanti. Sidang isbat, sesuai rencana akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Komplek Kantor Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menyatakan, sehubungan dengan masih dalam suasana pandemic covid 19, Sidang Isbat akan didesain sedemikian rupa. Rencananya Sidang Isbat akan digelar dalam jaringan dan luar jaringan.

Beberapa pihak direncanakan akan dilibatkan dalam acara ini. Diantaranya dari Komisi Agama DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kemudian juga dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Selanjutnya juga akan dilibatkan, perwakilan ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis dan Al Washliyah. Diantaranya akan diundang untuk hadir langsung, namun ada juga yang akan mengikuti proses sidang melalui daring.

“Nantinya juga ada 29 Duta Besar negara sahabat yang diundang. Kami berharap ada di antara mereka yang bisa hadir secara langsung dalam proses sidang, ”ujar Kamaruddin, seperti dikutip dari kompas.com, Jum’at (9/4/2021).

Sidang isbat akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Lokasi sidang akan disemprot terlebih dahulu dengan disinfektan. Peserta terbatas yang diundang hadir juga akan menjaga jarak, pemindaian suhu tubuh, dan wajib masker.

Penulis: Budi Erje

Editor: Budi Erje

Sumber: kompas.com

Comments
Loading...