Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Stok Gas Subsidi di Jepara Dipastikan Aman Selama Ramadan

Pekerja sedang menata tumpukan gas elpiji di agen gas Koes Putro Negoro, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memastikan stok gas elpiji 3 kilogram atau gas bersubsidi dalam keadaan aman selama bulan Ramadan mendatang. Bahkan, jika kekurangan, suplai gas akan ditambah sesuai kebutuhan.

Winarso, Manajer Operasional Koes Putro Negoro agen gas elpiji 3 kg di Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara mengungkapkan, sampai hari ini kondisi stok gas bersubsidi masih sangat aman. Dalam sebulan, biasanya dia menerima kuota gas sebanyak 43.680 ribu tabung.

Terkait dengan isu kelangkaan, dirinya membantahnya. Sebab, pada kenyataannya stok yang dia terima dan dia salurkan ke pangkalan-pangkalan, tidak pernah telat.

Namun, dia membenarkan bahwa selama sebulan terakhir, kebutuhan gas oleh masyarakat memang cukup meningkat. Pasalnya, banyak warga yang mempunyai hajatan.

“Kalau bulan Ruwah seperti ini pasti kebutuhan masyarakat meningkat. Sebab orang-orang punya gawe (hajatan). Seperti nikahan atau hajatan lainnya,” katanya, Jumat (9/4/2021).

Ia menyebut, pada tanggal 12-13 April esok, pihaknya akan kembali mendapatkan tambahan stok gas. Jumlahnya mencapai 1.120 tabung.

Sementara itu, Kasubag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Jepara Heru Sutamaji, juga menegaskan persediaan gas bersubsidi sangat aman. Bahkan sampai bulan Ramadan rampung.

Selama tahun 2021 ini, kata Heru, Jepara mendapatkan jatah 1.745.128 juta tabung. Sampai Februari lalu, baru terpakai 15,89 persen.

Jumlah ini bisa saja bertambah sampai 3-5 persen tergantung kebutuhan. Setiap bulannya, rata-rata konsumsi gas bersubsidi mencapai 900 ribu tabung 3 kg.

Terkait dengan harga, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada angka Rp 15.500 ribu. Namun, pada tingkat pengecer, harga rata-rata paling mahal Rp 22 ribu per tabung.

“Kalau di tingkat pengecer kami tidak punya regulasi untuk mengaturnya. Sebab, dari gubernur aturannya hanya di tingkat pangkalan,” jelas Heru.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...