Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Anak-Anak di Jepara Masih Dihadapkan Masalah, dari Pendidikan Sampai Kesejahteraan

Siswa SDN 2 Langon Jepara saat mencuci tangannya sebelum masuk kelas. (Dok/MURIANEWS)

MURIANEWS, Jepara – Beragam masalah masih terus dihadapi anak-anak di Kota Ukir Jepara. Tidak hanya persoalan pendidikan, anak-anak juga dihadapkan dengan persoalan kesehatan, kesejahteraan sosial, dan sarana yang bisa mendukung tumbuh kembang mereka.

Kesimpulan persoalan yang dihadapi anak-anak di Jepara itu disampaikan oleh Anggun Ratna, Ketua Forum Anak Jepara (Fajar).

Melalui jajak pendapat pada Maret lalu, ia menyebut, sebenarnya banyak sekali permasalahan yang ada. Namun, masalah-masalah itu dikerucutkan menjadi empat persoalan utama.

Anggun menjelaskan, pada bidang pendidikan, terutama saat pandemi, anak-anak merasa masih kurang paham dengan sebagian materi-materi yang diterima di bangku sekolah. Di sisi lain, sebagian orang tua tidak begitu aktif mendampingi proses belajar ketika di rumah.

“Kami juga mengusulkan kepada pemerintah agar tetap mendampingi anak-anak yang putus sekolah. Mereka tetap harus mendapat hak pendidikan layak,” kata Anggun, Jumat (9/4/2021).

Dalam bidang kesehatan, pihaknya fokus pada kesehatan mental, kekerasan anak, dan ADHA (Anak dengan HIV AIDS). Pihaknya berharap ada platform atau nomor hotline curhat untuk mereka. Utamanya yang berkaitan dengan distribusi vitamin dan suplemen gizi untuk ADHA agar tepat waktu.

Sedangkan, di bidang kesejahteraan sosial, salah satu hal yang dia inginkan adalah tersedianya ruang-ruang umum yang ramah anak. Bahwa di ruang-ruang itu anak-anak bisa bermain dan belajar sesuai dengan tingkat usianya.

“Kami sangat berharap pemerintah mau mendengar keluhan-keluhan kami, anak-anak yang memiliki hak untuk diperhatikan,” ujar Anggun saat Musrenbang Anak, yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...