Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Poul-Erik Hoyer Apresiasi Usulan Indonesia Soal Perubahan Sistem Skor Bulutangkis

Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer. (bwfbadminton.com)

MURIANEWS, Kudus- Presiden BWF (Badminton World Federation- Ferderasi Bulutangkis Dunia), Poul-Erik Hoyer menyambut gembira usulan perubahan system skore yang diusulkan Indonesia. Proposal Indonesia, dipastikan akan dibahas di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) BWF, yang akan digelar di Malaysia, 22 Mei 2021 nanti.

Proposal perubahan system skore bulutangkis, menurut Poul-Erik Hoyer dikirimkan Indonesia dan Maladewa. Pengajuan proposal ini juga didukung oleh Badminton Asia Confederation (BAC) atau Federasi Bulutangkis Asia.

Bagi Erik Hoyer, usulan ini merupakan bagian dari visinya, untuk mengembangkan olahraga bulutangkis di seluruh dunia. Usulan ini akan dimintakan persetujuan anggota di forum BWF yang akan digelar di Malaysia.

“Perubahan sistem penilaian yang diusulkan adalah bagian dari visi saya untuk menjadikan bulu tangkis lebih menarik dan meningkatkan nilai hiburan bagi pemangku kepentingan dan penggemar,” ujar Erik Hoyer, dikutip dari laman bwfbadminton.com, Jum’at (9/4/2021).

Terakhir kali isu ini diajukan pada tahun 2018, dan diakui menimbulkan perdebatan diantara anggota BWF. Saat itu, memang waktunya tidak tepat karena mendesak untuk segera diterapkan. Namun saat ini Hoyer menyatakan sangat senang karena usulan ini kembali diapungkan, oleh anggota BWF.

BACA: Sistem Skore Bulutangkis Diusulkan Diubah Formatnya

“Ini hanya diusulkan untuk diperkenalkan setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. Jadi, saya yakin ini adalah waktu yang lebih baik untuk membahas kembali rencana perubahan system skore ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mendukung wacana perubahan format skor turnamen bulu tangkis ini. Perubahan system skor akan menguntungkan para atlet bulu tangkis Indonesia.

“Untuk perubahan skor ini, saya rasa pemain kita tidak akan terlalu kaget karena dalam latihan sudah ada program seperti itu. Main dengan poin-poin kecil,” kata Rionny melalui seperti dikutip dari tempo.co, Jum’at (9/4/2021).

Sebelumnya, PBSI resmi mengajukan usulan perubahan format skor dari 3×21 menjadi 5×11 dengan tetap menggunakan format rally point. PBSI melihat atlet Pelatnas Cipayung lebih menyukai format poin kecil karena dari segi teknik, kecepatan dan kemampuan lebih luwes diterapkan.

“Untuk perubahan latihan, kami sudah mulai dari sekarang, menyesuaikan permainan dengan poin-poin kecil. Poin 11 atau poin tujuh. Latihan fokus dan konsentrasi utamanya. Tidak mudah memang, karena berdasarkan yang saya lihat, khususnya pemain tunggal, kalau sudah menang dua game lalu lawan mengambil game ketiga, tekanan suka berbalik. Akhirnya kalah 3-2,” sambung Rionny.

Format skor 5×11 (5 game dengan 11 point) dengan sistem rally point diyakini bisa menggantikan format skor 3×21 (3 game dengan 21 poit) tanpa mengurangi keseruan pertandingan bulu tangkis. Selain itu, durasi dapat dipangkas dan para pemain tidak perlu menghabiskan stamina ekstra. 

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: bwfbadminton.com,tempo.co

Comments
Loading...