Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

18 Kendaraan di Kudus Dicuri Selama 2020, Matic Jadi Incaran Maling

AKP Agustinus David P, Kasat Reskrim Polres Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 18 kendaraan bermotor di Kabupaten Kudus digondol maling selama tahun 2020. Data ini berdasarkan laporan yang diterima jajaran Polres Kudus.

Dari 18 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu, sembilan kasus diantaranya sudah berhasil diungkap oleh jajaran Reskrim Polres Kudus.

Kasus curian pada 2020 ini meningkat dari tahun 2019 lalu yang jumlahnya 17 kasus. Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David P menyebut, peningkatan kasus itu salah satu faktornya karena pandemi.

“Kenaikan kasus itu karena faktor ekonomi terdampak pandemi. Selain itu orang kan saat ini lebih banyak di rumah. Sehingga motor juga berada di rumah. Akhirnya jadi sasaran curanmor,” katanya, Kamis (8/4/2021)

Lebih lanjut, menurut dia aksi curanmor paling sering terjadi pada malam hari. Pelaku biasa mengincar sepeda motor jenis matic.

“Biasanya mereka beraksi malam hari. Sasarannya paling banyak motor yang diparkir di luar rumah. Kebanyakan matic karena saat ini mayoritas motor kan matic,” terangnya.

Agustinus menyarankan agar masyarakat menggunakan kunci ganda. Selain itu, dia meminta agar masyarakat memasukkan motor ke dalam rumah. Utamanya saat malam hari.

Baca: Dua Maling di Jepara Terekam CCTV Dorong Pikap Curian, Polisi Buru Pelaku

Agustinus tidak menampik ada kendala penyelesaian kasus curanmor. Salah satunya karena barang bukti sudah tidak ada. Mayoritas barang bukti sudah dijual, sehingga dirasa sulit untuk melacak.

Meski demikian, pihaknya tak mau berpangku tanagan. Upaya tetap dilakukan, di antaranya dengan aktif menyelidiki penjualan motor yang tidak wajar. Termasuk mengecek kelengkapan surat-surat.

“Kami akan lebih aktif untuk menyelidiki penjualan motor dengan harga yang tidak wajar. Terutama di media sosial, kalangan komunitas, dan masyarakat,” terang dia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...