Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemerintah Berencana Ubah Skema Penyaluran Subsidi, Harga Elpiji 3 KG Akan Alami Perubahan?

Petugas tengah menata gas elpiji di salah satu agen di Kudus, (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta– Pemerintah berencana mengubah skema penyaluran subsidi LPG 3 Kg atau Elpijo 3 Kg pada 2022 mendatang. Rencananya skema penyaluran subsidi tersebut akan dilakukan dengan berbasis orang/individu melalui program perlindungan sosial (bantuan non tunai).

Jika disetujui dan mulai diberlakukan tahun 2022 mendatang, maka harga elpiji 3 Kg di pasaran diperkirakan akan mengikuti mekanisme harga elpiji non-subsidi. Selama ini harga elpiji 3 Kg memang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga gas non-subsidi seperti yang berlaku pada elpiji 12 Kg maupun bright gas 12 Kg dan bright gas 5,5 Kg.

Selisih tersebut dikarenakan adanya subsidi yang diberikan pemerintah terhadap harga elpiji 3 Kg. Nah, bila subidi dialihkan menjadi berbasis orang/individu, maka selisih harga tersebut diperkirakan ikut berubah. Mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 253.K/12/MEM/2020 , harga patokan elpiji 3 Kg ditetapkan berdasarkan harga indeks pasar (HIP elpiji tabung 3 Kg) yang berlaku pada bulan yang bersangkutan ditambah biaya distribusi dan margin. Kemudian, harga patokan elpiji tabung 3 Kg ditetapkan dengan formula 103,85 persen HIP elpiji tabung 3 Kg + 50,11 dollar AS per metrik ton (MT) + Rp1.879 per Kg.

Dalam aturan ini disebutkan pula bahwa formula harga patokan tersebut dapat dievaluasi sewaktu-waktu dengan mempertimbangkan realisasi dari faktor yang mempengaruhi penyediaan dan pendistribusian elpiji 3 Kg. Formula penghitungan elpiji 3 Kg itu digunakan sebagai dasar perhitungan besaran harga patokan untuk setiap kilogram elpiji 3 Kg. Dari sini kemudian muncul Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berbeda-beda di masing-masing daerah.

Mayoritas HET elpiji 3 Kg di Pulau Jawa adalah Rp 16.000 untuk setiap isi ulangnya. Sedangkan di luar Jawa lebih beragam, seperti di Sulawesi Selatan misalnya, harga eceran tertinggi isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg dipatok sebesar Rp 18.500. Hanya saja, faktanya di harga elpiji 3 Kg yang dijual di pasaran bisa lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Untuk menghitung perkiraan harga elpiji 3 Kg setelah skema subsidi diubah pada tahun 2022, bisa menggunakan referensi harga elpiji non-subsidi seperti harga yang berlaku pada elpiji 12 Kg maupun bright gas 12 Kg dan bright gas 5,5 Kg.

Harga isi ulang elpiji 12 Kg (tabung biru) dan bright gas 12 Kg (tabung pink) misalnya, dibanderol sebesar Rp148.000/tabung. Sedangkan isi ulang bright gas 5,5 Kg (tabung pink), harganya Rp69.000/tabung. Dari dua harga tersebut, bisa dihitung harga isi ulang gas per Kg.

Untuk isi ulang elpiji 12 Kg dan bright gas 12 Kg, maka harga per Kg yang berlaku adalah Rp12.333,33. Sedangkan untuk harga isi ulang bright gas 5,5 Kg, harga per Kg yang diterapkan adalah Rp12.545,45.

Dengan referensi tersebut, maka untuk isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg tanpa subsidi tahun 2022 berkisar antara Rp37.000 hingga Rp 37.636,36. Angka itu jauh lebih mahal ketimbang harga isi ulang elpiji 3 Kg yang berlaku di pasaran saat ini yakni Rp16.000 hingga Rp22.000.

Perkiraan harga tersebut baru merupakan perhitungan kasar. Selain itu pemerintah belum resmi menetapkan harga baru elpiji 3 Kg jika skema penyaluran subsidi diubah di tahun 2022.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: kompas.com

Comments
Loading...