Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Stok Vaksin Covid-19 di Kudus Hanya Tersisa 400 Dosis, Jadwal Pasokan Belum Jelas

Vaksin Sinovac. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Kudus kini tersisa sebanyak 400 dosis saja. Jumlah tersebut, diperkirakan akan habis pada 13 April 2021 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi menyebutkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kudus masih menunggu pasokan lagi dari provinsi. Pihak DKK sendiri, telah berkoordinasi dengan provinsi terkait hal tersebut.

“Sudah beberapa kali kami meminta, tapi memang kemarin ada suplai lagi baru untuk tiga kabupaten/kota. Yakni Boyolali, Semarang, dan Salatiga,” ucap Anidi, Kamis (8/4/2021).

Pihaknya pun kini akan memfokuskan sisa vaksin untuk penyuntikan dosis kedua di sasaran kelompok pekerja publik dan lansia. Untuk kemudian menunggu suplai kembali dari provinsi.

“Sebanyak 400 dosis itu akan kami maksimalkan untuk penyuntikan dosis kedua,” sambung dia.

Sampai saat ini sendiri, persentase cakupan vaksinasi di Kabupaten Kudus untuk dosis pertama mencapai sekitar 20 persen. Sementara untuk cakupan penyuntikan dosis dua, adalah sebesar 13,67 persen.

“Seperti diketahui, sasaran penerima vaksinasi di Kabupaten Kudus adalah sebanyak 127.063 orang dari berbagai kelompok,” ujar dia.

Rinciannya, sambung dia, meliputi tenaga kesehatan sebanyak 5.502 sasaran, pelayan publik sebanyak 52.660 sasaran, dan orang lanjut usia sebanyak 68.901 sasaran.

Pelaksanaan vaksinasi pada sejumlah kelompok sasaran di Kabupaten Kudus sendiri, dipastikan tetap jalan selama bulan puasa mendatang. Hanya memang, pelaksanaannya akan disesuaikan.

Termasuk di antaranya adalah jumlah sasaran dan kelompok penerima vaksin mana yang akan dilakukan proses vaksinasi.

“Tetap jalan, untuk saat ini masih kami siapkan prosedurnya,” tambah Andini.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...