Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tunggakan Biaya Pasien Covid-19 di RSUD Kartini Jepara Masih Rp 877 Juta

Petugas kesehatan mengambil sampel lendir untuk pemeriksaan Covid-19 di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui BPJS Kesehatan masih memiliki utang kepada RSUD RA Kartini Jepara, untuk penanganan pasien Covid-19. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya masih Rp 877 juta lebih.

Direktur RSUD RA Kartini Dwi Susilowati menyatakan, untuk mencairkan klaim pembiayaan penanganan Covid-19 itu tidaklah mudah. Tak jarang, klaim yang sudah diajukan dikembalikan lagi, dengan alasan administrasi belum lengkap atau tidak sesuai dengan aturan Kemenkes RI.

Sepanjang pandemi berlangsung, klaim pembiayaan yang sudah cair senilai Rp 6.973.751.300. Kemudian, cair lagi karena setelah adanya perbaikan data senilai Rp 6.096.031.300.

Uang tersebut merupakan pencairan untuk bulan Maret sampai Oktober 2020. Sedangkan, untuk November-Desember 2020 belum cair lantaran menunggu berita acara pencairan. Nominalnya Rp 7,7 miliar.

“Yang kami ajukan sepanjang Maret-Desember 2020, totalnya Rp 21.491.262.300. Tapi belum semuanya cair. Piutangnya masih Rp 877 juta lebih. Prosesnya enggak mudah,” kata Susi, Rabu (7/4/2021).

Sementara itu, lanjut Susi, untuk klaim pembiayaan Januari 2021 sampai sekarang, pihak rumah sakit belum mengajukan ke BPJS. Pasalnya, masih banyak administrasi yang belum dilengkapi.

Susi mengungkapkan, selama klaim pengajuan belum bisa dicairkan, pihaknya terpaksa menggunakan anggaran dari pos-pos lain untuk menambal kebutuhan itu.

Meski demikian menurutnya, jika dibandingkan dengan fasilitas kesehatan lainnya, RSUD RA Kartini masih cukup beruntung lantaran ketersediaan anggaran masih cukup aman. Meskipun, antara pengajuan klaim dan pencairan jaraknya cukup lama.

“Beruntung kami tidak begitu kesulitan menambal kekurangan dana. Kalau melihat fasilitas-fasilitas kesehatan lain, mereka lebih kesulitan,” terang Susi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...