Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Razia Lapas Perempuan Semarang, Petugas Gabungan Rela Menahan Bau Pesing Demi Ini

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang saat digeledah petugas gabungan, Selasa (6/4/2021) malam. (RMOL Jateng)

MURIANEWS, Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang didatangi petugas gabungan, Selasa (6/4/2021) malam.

Dalam razia tersebut petugas memeriksa semua kamar warga binaan, mulai dari barang yang dimiliki hingga test urine yang dilakukan secara random kepada 25 warga binaan.

Puluhan petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Semarang Tengah, Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, petugas internal dari Lapas, dan Badan Narkotika Nasional ini rela menahan bau pesing untuk memastikan para warga binaan bebas dari narkoba.

Dikutip dari RmolJateng.com, Kepala Lapas Perempuan Semarang Kristina Hambawani mengatakan razia tersebut dilakukan sekira 1,5 jam dan difokuskan di blok hunian mereka yang tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba.

Test urine juga dilakukan kepada 25 orang warga binaan secara acak. Salah satunya warga binaan yang menempati Blok Cut Nyak Meutia.

“Untuk sampel urine kepada 25 orang (warga binaan) hasilnya semua negatif,” katanya.

“Sedangkan untuk hasil penggeledahan di tiga blok tidak ada HP (telepon seluler), uang maupun narkoba yang kami temukan,” imbuh Kristin didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas setempat Ari Tris Ochtia Sari.

Selain itu, petugas juga memeriksa dompet, selimut, lembaran buku, memeriksa bawah kasur termasuk sudut-sudut blok hunian. Penggeledahan badan kepada warga binaan juga dilakukan. Razia berlangsung tertib, tidak ada protes dari warga binaan.

Hasilnya, petugas menemukan beberapa benda terlarang. Di antaranya, gunting, music box, kawat dari pakaian dalam, peniti, jarum pentul, pinset, kalkulator, pisau plastik hingga penjepit bulu mata.

”Khusus untuk kawat, petugas menyitanya karena dikhawatirkan bisa untuk melubangi tembok blok. Sebab, kondisi tembok memang rapuh karena lapas setempat memang tergolong bangunan tua,” terangnya.

Dalam razia tersebut, pihaknya juga mengamankan botol kaca, botol berisi cat, hingga lampu berbentuk tajam. Semua benda tersebut disita petugas untuk dimusnahkan.

Ia menambahkan, saat ini total penghuni lapas setempat sebanyak 257 orang dari kapasitas seharusnya 174 orang. Dari 257 orang itu terinci 18 berstatus tahanan dan 239 berstatus narapidana.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: RmolJateng.com

Comments
Loading...