Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Evaluasi Uji Coba PTM di Grobogan, Ruang Guru Harus Diatur Agar Tidak Ada Kerumunan

Pelaksanaan PTM di Kabupaten Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Monitoring ke sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Grobogan dilakukan tim gabungan dari beberapa instansi terkait, Selasa (6/3/2021).

Monitoring pada hari ini dilakukan di tiga sekolahan. Yakni, SMKN 1 Purwodadi, MAN 1 Grobogan, dan SMPN 1 Grobogan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sugiyanto mengungkapkan, pelaksanaan uji coba sudah dilangsungkan sejak Senin kemarin.

Adapun jumlah sekolah yang sudah melaksanakan uji coba PTM saat ini ada empat. Yakni, SMKN 1 Purwodadi, MAN 1 Grobogan, SMAN 1 Wirosari, dan SMPN 1 Grobogan.

“Sementara yang sudah berjalan melakukan uji coba ada empat sekolah. Dalam waktu dekat, di MTs Negeri 1 Grobogan juga akan melaksanakan uji coba PTM. Untuk uji coba PTM ini dijadwalkan hingga tanggal 16 April mendatang,” katanya.

Menurutnya, dari monitoring yang dilakukan, sejauh ini, semua sekolah sudah menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan sesuai ketentuan. Meski demikian, ada beberapa catatan yang perlu mendapatkan perhatian.

Antara lain, penataan ruang guru juga perlu disesuaikan dengan protokol kesehatan. Di mana, kapasitas guru yang menempati ruangan perlu dibatasi untuk menghindari adanya kerumunan.

“Jika ruangannya tidak luas, maka untuk sementara sebagian guru bisa menempati ruangan lainnya. Jadi, tidak hanya dalam ruang kelas saja yang dibatasi siswanya tetapi juga pada ruang guru. Kemudian, dalam pemakaian masker juga harus dilakukan secara benar. Hal ini hendaknya perlu dipahami bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat yang juga ikut dalam monitoring tersebut meminta para guru dan para siswa untuk melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditentukan terkait pelaksanaan uji coba PTM ini.

Menurutnya, jika uji coba ini berjalan dengan lancar dan aman, maka akan membuka kesempatan penambahan jumlah sekolah yang bisa melaksanakan PTM.

“Pelaksanaan uji coba ini harus mendapat dukungan kita semua. Untuk itu, mari kita laksanakan kesempatan uji coba ini sebaik mungkin. Jika ini nanti berhasil maka jumlah sekolah yang boleh melaksanakan PTM bisa bertambah,” jelasnya.

Amin menambahkan, para tenaga pengajar di sekolah yang melaksanakan uji coba PTM, semuanya sudah mendapat vaksinasi Covid-19. Sedangkan tenaga pengajar di sekolah yang tidak melaksanakan uji coba PTM, sebagian juga sudah mendapatkan vaksinasi.

“Pelaksanaan vaksinasi untuk guru masih terus berjalan. Namun, khusus untuk guru di sekolah yang melaksanakan uji coba PTM sudah divaksin semua,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...