Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria Asal Jakarta Diringkus Polisi usai Beli Rokok Pakai Uang Palsu di Colomadu Karanganyar

Anggota Polsek Colomadu, (kanan), saat menginterogasi tersangka yang diduga mengedarkan uang palsu di kawasan Colomadu. Foto diambil Selasa (6/4/2021). (Istimewa/Dokumentasi Polsek Colomadu)

MURIANEWS, Karanganyar – Seorang warga Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan berinisial IS terpaksa berurusan dengan polisi. Itu terjadi setelah ia kedapatan mengedarkan uang palsu di Kecamatan Colomadu usai membeli rokok di pedagang klontong.

Kapolsek Colomadu Iptu Imam mengatakan, kasus uang palsu ini terungkap setelah salah satu pemilik toko kelontong di Colomadu melapor ke polsek. Pemilik toko kelontong itu mengaku curiga dengan uang yang digunakan salah satu pembeli untuk membayar.

“Berawal dari tersangka membeli rokok di toko kelontong. IS ini diduga membayar dengan uang palsu. Nah, pemilik toko ini curiga dengan uang yang digunakan pelaku untuk membayar. Dia cerita kepada temannya lalu melaporkan ke Polsek Colomadu,” kata Imam seperti dilansir dari Solopos.com, Selasa (6/4/2021).

Anggota Polsek Colomadu menyelidiki laporan warga. Mereka berhasil menangkap pelaku di rumah kontrakan di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu pada Senin (5/4/2021). IS dibawa ke Polsek Colomadu untuk diperiksa.

“Kami melakukan pengembangan kasus guna menekan peredaran dan pembuatan uang palsu,” ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit mobil Toyota Yaris, 22 lembar uang diduga palsu pecahan Rp 100 ribu, dan 27 lembar uang diduga palsu pecahan Rp 50 ribu. IS mengaku membeli uang palsu secara online.

“Pelaku mengaku membeli kepada VIN alia LIE. IS dan VIN ini transaksi di daerah Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Sistem pembayaran di tempat atau cod. VIN, dia kami tetapkan dalam daftar pencarian orang [DPO],” ujarnya.

IS membeli beberapa lembar uang diduga palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu sebanyak Rp 3,5 juta. Uang sebanyak itu dibayar Rp1,6 juta. “Jadi kan satu banding dua. Satu lembar uang asli akan mendapatkan dua lembar uang palsu,” ungkapnya.

Imam menceritakan pelaku mengaku baru dua kali bertransaksi dengan VIN dan mengedarkan uang palsu di kawasan Colomadu. Dia mengedarkan uang palsu dengan cara menjajakan ke warung maupun toko kelontong untuk membeli rokok dan barang kebutuhan sehari-hari.

“Kami lihat kualitas uang palsunya ini hampir mirip dengan uang asli. Selain itu, biasanya uang palsu ini kan hanya satu seri. Nah uang palsu milik IS ini beberapa seri,” katanya.

Pada transaksi pertama, lanjut Kapolsek, IS hanya membeli uang palsu Rp1 juta. Uang tersebut sudah diedarkan. IS berencana mengulangi kesuksesan aksi pertamanya. Nahas, aksinya terendus polisi.

“Saya harap masyarakat berhati-hati. Waspada dengan peredaran uang palsu. Apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Ini wajib hati-hati karena aksi semacam itu akan marak,” ujar dia.

Polsek Colomadu akan berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo untuk mengungkap jaringan peredaran uang palsu di kawasan Colomadu. IS dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang (UU) No.7/2011 tentang Mata Uang dan Pasal 245 KUHP. Tersangka diancam hukuman lebih dari sepuluh tahun.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, mengimbau masyarakat agar semakin waspada terhadap peredaran uang palsu. Polisi, kata Agung, akan melakukan sosialisasi ke sejumlah lokasi perihal peredaran uang palsu.

“Kenali ciri-ciri uang asli dan uang yang diduga palsu. Apabila menaruh curiga terhadap peredaran uang palsu, segera lapor kepada petugas kepolisian terdekat. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini bisa jadi akan dimanfaatkan pelaku untuk mengedarkan uang palsu,” tutur Agung.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...