Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

‘Bantingan Judo’ Sergio Ramos Bayangi Pertemuan Madrid Vs Liverpool

Striker Liverpool, Moh Salah mengalami cidera bagu pada Final Champions 2018. Insiden ‘Bantingan Judo Ramos’ ini membayangi pertemuan Liverpool vs Madrid, Rabu (6/4/2021) dinihari WIB. (tempo.co/AP Photo)

MURIANEWS, Kudus– Pertemuan Real Madrid Vs Liverpool di Babak 8 Besar Liga Champions, Rabu (6/4/2021) dinihari ini, tak pelak mengingatkan publik pada final Liga Champions 2018. Saat itu, muncul insiden ‘Bantingan Judo’ yang dilakukan Sergio Ramos pada striker Liverpool Mohamed Salah.

Meski sudah berlalu, 3 tahun lalu, insiden ini ternyata masih membayang-bayangi pertemuan kedua tim. Pada laga final itu Liverpool harus menelan kekalahan 1-3 setelah penyerang mereka Mohamed Salah mengalami cedera setelah terlibat insiden dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.

Belakangan, insiden yang dikenal dengan bantingan judo Ramos itu dinilai membuat pertandingan berubah total. Liverpool yang awalnya terus menggempur pertahanan Real Madrid berbalik harus lebih banyak bertahan sepanjang pertahanan. Mereka pun akhirnya kalah 1-3.

Meski demikian, Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan lawatan timnya ke Madrid bukan dalam rangka balas dendam . Laga kali ini menurutnya sama sekali berbeda. Dirinya juga sudah melupakan insiden itu.

Baca: Jadwal Babak 8 Besar Liga Champions, Akan Tersaji Duel-Duel Seru

“Kami tak dalam rangka melakukan perjalanan untuk balas dendam. Motivasi kami sangat tinggi, karena ini Liga Champions dan kami ingin melaju ke babak berikutnya, tapi ini tidak ada hubungannya dengan 2018,”ujar Kloop seperti yang dikutip marca.com via tempo.co.

Kloop juga menyatakan, ini pertama kalinya Liverpool bermain melawan Real Madrid sejak laga itu. Tentu saja dirinya mengingat pertandingan itu. Bahkan saat itu dirinya sempat membuat pernyataan, bahwa dirinya tidak akan pernah mengundang Ramos dalam acara ulang tahunya, jika dirayakan.

Namun sikap itu menurutnya sudah tidak ada lagi pada dirinya. Seandainya dirinya menggelar pesta ulang tahun, maka dirinya bahkan sudah mempertimbangkan untuk mengundang Ramos.

“Tentu saja, saya tidak suka dengan apa yang terjadi pada malam itu. Bagi kami, itu malam yang aneh. Ini  benar-benar normal dan sudah lama sekali. Saya bahkan tidak merasakan amarah itu kembali, bahkan tidak mencoba untuk merasakannya kembali. Yang saya coba adalah mempersiapkan tim saya untuk laga besok,” tambahnya.

Selanjutnya Klopp juga menyatakan tak keberatan jika dalam pertandingan ini, Real Madrid lebih difavoritkan untuk melaju ke babak semifinal. Dalam hal ini, Liverpool sudah terbiasa ditempatkan sebagai tim kuda hitam.

“Ini musim yang sulit, tapi kami ingin menunjukkan betapa bagusnya kami. Saya mendengar bahwa semua orang mengatakan Real Madrid adalah favorit, sangat hebat. Saya tidak punya masalah sama sekali dengan itu. Mereka sudah terbiasa dengan peran itu dan kami tidak punya masalah dengan peran penantang,”ujarnya lagi.

Menghadapi Real Madrid, pelatih asal Jerman itu mengatakan timnya harus bermain bagus sepanjang 90 menit. Pada Final 2018, saat itu timnya hanya bermain baik pada 25 menit awal pertandingan final Liga Champions 2018. Hal seperti itu, terbukti tidak cukup untuk bisa memenangkan pertandingan.

“Kami tahu kami bagus malam itu di tahun 2018, tapi bermain bagus selama 25 menit saja tidak cukup. Tidak ada yang akan peduli dalam 10 atau 15 tahun seberapa baik kita selama 25 menit,” pungkasnya.

Laga pertama babak perempat final leg pertama, antara  Real Madrid vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Alfredo di Stefano pada Rabu dinihari pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: tempo.co

 

Comments
Loading...