Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

THR Dicicil, 10 Ribu Buruh Siap Gelar Aksi di 20 Provinsi 12 April Mendatang

Para buruh ketika berunjuk rasa menuntut upah layak di depan kantor Gubernuan Jalan Pahlawan Kota Semarang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Jakarta – Rencana pengusaha yang ingin menyicil pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) mematik respon dari berbagai organisasi buruh. Mereka menuntut pengusaha bisa membayarkan THR secara full.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sejumlah pimpinan serikat buruh bahkan berencana menggelar aksi besar-besaran pada 12 April 2021 mendatang. Aksi tersebut akan dilakukan di 20 provinsi dengan melibatkan 10.000 orang buruh.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, ada tiga tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, meminta pembatalan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja beserta aturan turunannya melalui sidang judicial review di Mahkamah Konstitusi.

Kedua, meminta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2021 tetap diberlakukan.

“Ketiga, menuntut pembayaran THR tahun 2021 secara penuh dan tidak dicicil sebagaimana pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,” ujarnya seperti dikutip Okezone.com.

Selain 10 ribu buruh turun ke lapangan, ratusan ribu pekerja disebut-sebut bakal mengikuti aksi secara virtual melalui Live Facebook KSPI.

Rencana buruh ini menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga telah meminta perusahaan membayar THR pekerjanya secara penuh menjelang Hari Raya Lebaran.

“Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen,” kata Airlangga. Pembayaran penuh perlu dilakukan karena pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber:Okezone.com

 

Comments
Loading...