Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

35 Desa di Kudus Mulai Cairkan BLT Dana Desa, Lainnya Tunggu Jadwal Bank

Salah seorang penerima Blt DD tengah menunjukkan uang bantuan. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 35 desa dari 123 desa di Kabupaten Kudus mulai mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap satu tahun 2021 ini. Nominalnya sendiri, yakni sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono menyebutkan, sudah ada sebanyak 89 desa yang telah menerima Dana Desa.

Untuk kemudian, mereka mengajukan SPP pencairan ke bank penyalur. Sehingga BLT Dana Desa bisa segera dicairkan kepada penerima manfaat.

“Selain itu saat ini juga masih ada sebanyak 24 desa yang masih dalam proses verifikasi oleh KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara),” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus Adi Sadhono, Senin (5/4/2021).

Adi menyebut, pencairan BLT Dana Desa tak bisa langsung dicairkan secara bersamaan atau dirangkap, walau kini telah masuk bulan ketiga di tahun 2021. Desa, kata dia, harus mencairkannya secara bertahap.

“Jadi walaupun ini sudah masuk bulan ketiga, tidak boleh langsung dicairkan tiga bulan atau tiga periode, harus dijda dan bertahap,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengakui adanya keterlambatan dalam pencairan Dana Desa. Hal tersebut karena adanya sejumlah aturan baru dalam pencairannya kini.

Salah satunya adalah penunjukkan pejabat yang menandatangani surat pengantar pengajuan pencairan. “Penunjukkannya juga harus melalui surat keputusan bupati,” jelasnya.

Untuk diketahui, besaran BLT Dana Desa saat ini hanya Rp 300 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat. Sementara di tiga bulan pertama kebijakan tersebut diberlakukan, nilai bantuannya mencapai Rp 600 ribu.

Alokasi BLT Dana Desa di masing-masing desa disesuaikan alokasi Dana Desanya. Untuk desa yang dananya di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen dialokasikan untuk BLT.

Sementara yang menerima Dana Desa Rp 800 juta sampai dengan Rp 1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...