Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Seratusan Wali Murid di Jepara Tak Izinkan Anaknya Ikut Ujian Sekolah Tatap Muka

Siswa di SMPN 2 Jepara mencuci tangan usai mengikuti uji coba PTM. (MURIANEWS/ Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dua pekan mendatang, siswa kelas IX SMP di Kabupaten Jepara dijadwalkan menjalani ujian sekolah untuk kelulusan. Namun, ternyata ada ratusan wali murid yang tak mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Kondisi ini terjadi di SMPN 2 Jepara. Kepala SMPN 2 Jepara Fatkhurrahman mengatakan, ada 102 wali murid yang tak mengizinkan anaknya ikut ujian secara tatap muka.

“Rencananya tanggal 19 April nanti ada ujian kelulusan. Tapi ada 102 wali murid yang tak mengizinkan anaknya ikut ujian langsung,” ujar dia, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan seluruh wali murid kelas IX. Sebagian besar setuju dengan rencana ujian secara langsung di sekolah. Namun, ada 102 orang tua yang tidak setuju.

Meskipun demikian, pihaknya tidak memaksa seluruh wali murid untuk mengikuti kehendak sekolah. Fatkhurrahman memberikan kebebasan kepada wali murid untuk mengizinkan atau tidak kepada anaknya. Pihaknya tetap akan memfasilitasi siswa yang memilih ujian secara daring.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono, sepakat dengan kebijakan yang diterapkan SMPN 2 Jepara. Sebab, menurutnya, wali murid memiliki hak penuh atas anaknya.

“Jadi memang kami anjurkan pihak sekolah tidak kaku dengan kebijakannya. Wali murid berhak memilih anaknya ikut PTM atau tetap daring,” jelas Agus.

Hingga kini, lanjut Agus, rata-rata sekolah sudah meminta kepada dirinya untuk menjalankan PTM. Sebab, mereka sudah jenuh dengan sistem pembelajaran daring. Dari pihak siswa juga merasakan hal yang sama.

Ristiyanto, salah satu wali murid di SMPN 2 Jepara menyatakan, dirinya ingin agar PTM segera diberlakukan. Sebab, meskipun anaknya rajin mengikuti pembelajaran daring, dirinya melihat bahwa anaknya sudah berada di titik jenuh. Lantara selama setahun penuh hanya belajar secara daring.

“Kalau saya pribadi sih, ingin cepat-cepat PTM. Biar tahu teman-teman dan gurunya. Tapi ya, keamanan tetap harus jadi prioritas utama,” tegas wali murid asal Kecamatan Mlonggo, Jepara ini.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...