Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PTM Hari Pertama di Jepara, Siswa Baru Berkenalan dengan Teman dan Gurunya

Situasi uji coba PTM di SMPN 2 Jepara dengan protokol kesehatan ketat. (MURIANEWS/ Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Senin (5/4/2021) hari ini empat sekolah di Kabupaten Jepara mulai menjalankan simulasi atau uji coba pembelajatan tatap muka (PTM). Simulasi PTM ini dilaksanakan untuk mencoba memulai pembelajaran langsung di masa pandemi.

Empat sekolah yang menggelar simulasi PTM mulai hari ini yakni SMAN 1 Mayong, SMK 1 Kalinyamatan, MAN 1 Jepara.

Di hari pertama ini, para siswa di SMPN 2 Jepara terlihat sumringah saat menyimak guru saat memberikan pelajaran di kelas.  Di salah satu kelas VII, guru sedang mengabsen para siswanya. Bukan hanya mengabsen, guru juga meminta siswanya untuk mengenalkan diri.

Neal Abiqhel, salah satu siswa kelas VII SMPN 2 Jepara, mengaku baru dua kali masuk sekolah selama masa pandemi atau satu tahun terakhir. Bahkan, selama satu tahun ini juga, dia baru dua kali memakai seragam barunya.

“Lha gimana, wong enggak pernah masuk sekolah. Baru pakai seragam baru dua kali. Apalagi teman. Saya belum punya teman baru di sini,” kata Neal.

Siswa lain, Fahema Falihanisa, mengaku sangat gembira karena sudah bisa PTM. Dia juga mengaku sudah jenuh dengan pembelajaran daring selama setahun ini.

“Enakan sekolah langsung. Sudah bosan dengan daring. Di sekolah bisa bertemu teman-teman dan guru,” ujar dia.

Meskipun sudah setahun menjadi siswa SMPN 2 Jepara, Fahema sama sekali belum mengenal kepala sekolahnya. Sebab, dia hanya masuk sekolah pertama kali hanya untuk foto OSIS. Dan yang kedua kali baru pada uji coba PTM ini.

Sementara itu, Fatkhurrahman, Kepala SMPN 2 Jepara, tidak menampik bahwa siswa-siswanya yang masih kelas VII belum mengenalnya. Untuk itu, adanya PTM ini membuatnya senang lantaran bisa bertemu denga murid-muridnya.

Pada uji coba PTM kali ini, pihaknya memutuskan untuk hanya memasukkan siswa kelas VII. Jumlah siswanya pun hanya 102 siswa di tiga kelas.

Awalnya, jumlah siswa yang masuk sebanyak 110 orang. Namun, ada empat siswa yang tak diizinkan orang tuanya untuk ikut PTM. Sedangkan, untuk empat siswa lainnya izin lantaran tidak enak badan dan anggota keluarganya meninggal dunia.

“PTM kami batasi sehari hanya empat mata pelajaran. Masing-masing 30 menit tanpa istirahat. PTM ini kami jalankan sampai 16 April 2021 mendatang,” terang dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...