Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Covid-19 di Kudus Tembus 5.794 Kasus, Sisakan 106 Pasien

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kudus kini menembus angka 5.794 kasus. Dari jumlah tersebut, masih ada sebanyak 106 pasien yang tengah menjalani perawatan.

Sementara untuk jumlah pasien sembuh, kini berada di angka 5.167 orang. Serta jumlah pasien meninggal ada sebanyak 521 orang.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, untuk rincian jumlah pasien aktif, 20 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Sementara untuk 86 sisanya, kini tengah menjalani isolasi mandiri.

“Bagi yang tidak bergejala dan rumahnya memadai, maka akan diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri. Namun jika bergejala, maka akan dirawat,” katanya, Senin (5/4/2021).

Kabupaten Kudus juga, sambung dia, masih memiliki setidaknya terdapat 5.086 kontak erat masih dipantau, 21 suspek, dan 78 probable. Dari 21 suspek dalam wilayah sebayak 21 dirawat.

“Untuk 78 kasus probable, semuanya meninggal dunia, sambung dia.

Oleh karena itu semua pasien yang kini tengah menjalani isolasi mandiri pun diharapkan bisa menerapkan isolasi dengan baik. Sehingga angka penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus semakin menurun.

“Para pasien yang tengah dirawat juga terus diupayakan kesembuhannya,” kata dia.

Selain menekan angka penularan, pihak Satgas sendiri kini tengah mengebut pencapaian vaksinasi.

Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi pada sejumlah kelompok sasaran di Kabupaten Kudus dipastikan tetap berjalan selama bulan puasa mendatang. Hanya memang, pelaksanaannya akan disesuaikan.

Termasuk di antaranya adalah jumlah sasaran dan kelompok penerima vaksin mana yang akan dilakukan proses vaksinasi. “Tetap jalan, untuk saat ini masih kami siapkan prosedurnya,” jelas dia.

Untuk waktu pelaksanaan vaksinasi sendiri, pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah hal. Namun untuk sementara pihaknya berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Yakni terkait proses pelaksanaan vaksinasi di pagi hari tidak membatalkan puasa. “Jadi bisa saja kami lakukan pagi atau siang,” ungkapnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...