Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bengkel RX King di Japan Muria Ini Siap Atasi Keluhan Sang Raja dengan Harga Sahabat

Bengkel Tiga Saudara di Japan Muria terkenak sebagai bengkel spesialis RX King. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Yamaha RX King, motor dengan mesin 2 tak berkapasitas135 CC ini, sudah tidak diproduksi lagi. RX King juga merupakan salah satu legenda motor responsif atau motor kencang di Indonesia.

Sangking kencangnya, motor ini dijiluki Raja Jalanan, ada juga yang menjulukinya sebagai motor jambret. Sebabnya, banyak pemeran pelaku kejahatan di sinetron seperti jambret yang menggunakan motor ini.

Meski sudah tidak diproduksi lagi, pamor RX King sampai sekarang tak mau kalah dengan motor-motor keluaran terbaru, penggemarnya pun masih banyak.

Pemilik atau penggemar motor RX King banyak yang mencari bengkel spesialis untuk merawat sang Raja Jalanan itu. Bahkan hingga mencarinya ke wilayah Muria.

Dulu, tukang ojek Colo yang melayani para peziarah Sunan Muria, Kudus juga identik memakai motor RX King sebagai tunggangan utama untuk mengojek.

Di lereng Gunung Muria, tepatnya di Dukuh Toyo Kuning, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus ada bengkel spesialis motor RX King yang cukup terkenal. Selain terkenal karena garapannya yang apik, harga yang dipatok pun sangat bersahabat.

Mansur alias Kasur (32) memperbaiki RX King pelanggannya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Bengkel tersebut bernama Tiga Saudara. Sesuai namanya bengkel tersebut milik tiga bersaudara yang merupakan asli warga desa setempat, yakni Ramin, Raden, dan Mansur.

Mansur (32) yang kerap disapa Kasur ini mengatakan, bengkel tersebut dirintis oleh kakaknya Ramin pada tahun 2001 silam. Semenjak bengkelnya berdiri, memang kerap dikenal dengan bengkel RX King, lantaran mayoritas pelanggannya tukang ojek Colo.

“Mayoritas yang ngojek Mbah Sunan Muria itu pakai RX King, bengkelinnya sering di sini. Saya sendiri ikut bengkel itu tahun 2004 dan kebanyakan motor RX King yang menjadi pasien,” katanya, Minggu (4/4/2021).

Di bengkelnya itu, lanjut Kasur, menawarkan segala jasa atau kebutuhan RX King. Mulai dari servis ringan, servis berat, kelistrikan, hingga melayani restorasi Yamaha RX King agar tampil ciamik. Di sana juga menyediakan sparepart RX King.

“Semua keluhan RX King kami bisa. Penyakit RX King itu yang sering, ada tenaga ngempos saat digunakan jarak jauh. Nah itu butuh ketelitian, ada cara tersendiri, biar RX King bisa tetap gahar dan tidak ngempos. Kami tetap sediakan sparepart, utamanya yang sering dibutuhkan,” ungkapnya.

Penggemar RX King pun bisa memanjakan motornya dengan tarif yang sangat terjangkau yakni mulai dari Rp 25 ribu untuk servis ringan.

“Kalau harga itu menyesuaikan dari penyakit motornya, mulai Rp 25 ribu. Kalau biaya restorasi itu menyesuaikan permintaan pelanggan, bisa juga menyesuaikan budget pelanggan,” ujarnya.

Hingga saat ini, karena keuletan dan ketelitian tiga bersaudara itu, bengkel Tiga Bersaudara tetap eksis. Bahkan pelangganya pun tak hanya dari lokal Kudus saja, melainkan hingga se eks-Karesidenan Pati pun banyak yang datang.

“Dalam sehari bisa ada tujuh RX King, kalau mungkin rusak ringan satu hari ke bisa selesai semua, kalau restorasi minimal tiga pekan. Biasanya itu pelanggan pada booking dulu lewat WA saya 0852-9090-0277, karena ada yang dari Kudus Kota, Pati, Demak, Jepara, Purwodadi,” jelasnya.

Meski dikenal dengan bengkel spesialis Rx King, Ia mengaku akan tetap melayani pelangganya yang datang membawa motor lain. ” Intinya kepuasan pelanggan saya jaga, semuanya harus bisa. Jangan sampai mengecewakan pelanggan,” pungkasnya.

Sementara salah satu pelanggan lama bengkel Tiga Bersaudara, Asrori (29) mengaku, sejak 2014 sudah sering mempercayakan RX Kingnya ke bengkel tersebut. Ia sendiri mengetahui adanya bengkel spesialis RX King itu dari mulut ke mulut.

“Tahunya ya dari temen, dulu baru punya RX King. Awalnya coba-coba bengkel ke sini, dan akhirnya cocok. Di sini kan banyak tanjakan ketika dicoba ditanjakan atau di pegunungan enak, pasti di kota nanti juga enak. Soalnya dulu pernah itu saya bengkelin kurang cocok, ” ungkap warga Desa Gembong, Pati itu.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...