Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gunakan Sistem Android, Milineal Jepara Diajak Jadi Juragan Udang Vaname

Salah seorang warga menunjukkan udang vaname yang dipanen. ((MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat))

MURIANEWS, Jepara – Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara terus melakukan inovasi budidaya melalui teknologi terkini. Yang terbaru, dengan menggunakan aplikasi berbasis android untuk merawat udang vaname.

Aruma Hamidah, salah satu mahasiswi Universitas Brawijaya yang praktik di BBPBAP, mengungkapkan penggunaan aplikasi budidaya berbasis data atau smart farming. Di dalamnya terdapat fitur automatic feeder, water quality monitoring, bubble tube diffuser, dan paddle whell.

“Jadi melalui fitur automatic feeder misalnya, kita tidak perlu memberi makan udang secara langsung. Karena pemberian pakan sudah diatur jadwalnya lewat aplikasi. Jadi kita tinggal pakai android sendiri-sendiri,” kata Aruma, Sabtu (3/4/2021).

Dalam budidaya udang itu, terang Arumi, dia menggunakan sistem super intensif. Yaitu dengan menggunakan jenis kolam Milfish Feltilizer Ship (MFS). Keuntungannya yaitu padat tebar udang lebih tinggi, yaitu bisa sampai 250 ekor per meternya. Selain itu, penyebaran oksigen bisa lebih merata.

“Sistem yang kami jalankan ini sangat cocok dengan milineal yang ingin jadi pembudidaya udang vaname. Tidak merepotkan kesibukan anak muda kekinian,” imbuh Aruma.

Aruma Hamidah dan Bupati Jepara sedang memanen udang vaname hasil budidaya di BBPBAP Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Berdasarkan budidaya yang sudah dijalankan BBPBAP Jepara, hitung-hitungan keuntungan bisnis udang vaname cukup menjanjikan. Sebab, harga udang vaname masih cukup tinggi. Yaitu rata-rata Rp 80 ribu per kilogram. Dengan masa budidaya selama tiga bulan.

Sementara itu, saat mengikuti panen udang vaname di BBPBAP, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku bangga dengan apa yang dilakukan banyak milineal di pusat budidaya ikan tersebut. Sayangnya, dari puluhan milineal itu, hanya ada dua pemuda asli Bumi Kartini.

Melihat hal itu, Andi mengajak para milineal Jepara agar mau belajar di BBPBAP. Sebab, sebagai orang pesisir, sudah semestinya para pemuda memanfaatkan nilai ekonomis yang sudah tersedia.

“Kalau milineal nggak mau gabung ya kebangeten. Nanti biar BBPBAP yang mendampingi sampai berhasil. Kita punya 82 kilometer lahan tambak. Dan itu harus dimaksimalkan milineal. Jangan beranggapan itu kotor atau amis. Tapi yang penting bernilai ekonomis,” tutur Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...