Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Minim Arkeolog, Pengelolaan Benda Cagar Budaya di Jepara Tak Optimal

Salah seorang menunjukkan koleksi benda cagar budaya yang ada di Museum Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Hampir tiap tahun, benda-benda kuno yang diduga bagian dari cagar budaya ditemukan di wilayah Kabupaten Jepara. Namun, sayangnya belum banyak ada arkeolog yang dimiliki Bumi Kartini tidak banyak.

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Ida Lestari mengatakan minimnya arkeolog menyebabkan tidak maksimalnya pengelolaan benda-benda temuan oleh masyarakat.

“Terus terang memang kita kesulitan mencari arkeolog di Jepara. Bahkan bisa jadi belum ada,” kata Ida, Sabtu (3/4/2021).

Selama itu, sebut Ida, jika ditemukan benda-benda cagar budaya, pihaknya selalu mengandalkan Balai Pelestari Cagar Budaya Klaten dan Borobudur atau Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. Karena jarak yang tidak dekat itu, pihaknya menilai proses-proses penelitian menjadi lebih lama.

Ida mengungkapkan, tidak hanya persoalan minimnya arkeolog saja, persoalan lain yang menyebabkan tidak optimalnya pengelolaan benda cagar budaya yaitu minimnya pendidikan tentang hal itu di masyarakat. Pasalnya, sudah sering masyarakat menjual barang temuannya kepada kolektor.

“Tidak hanya sekali dua kali ada barang temuan yang diduga peninggalan masa lalu dijual penemunya,” terang dia.

Pihaknya menerangkan, meskipun pemerintah tidak memiliki hak untuk melarang masyarakat menjual barang temuannya, Ida berharap agar penemu bisa melaporkannya lebih dulu kepada pemerintah. Sebab, pemerintah memiliki hak untuk mencatat perjalanan benda temuan tersebut.

Untuk itu, mulai akhir bulan lalu, Ida sudah menyurati camat-camat di seluruh Kabupaten Jepara. Isinya yaitu meminta kepada masyarakat agar melaporkan penemuan benda-benda apapun yang diduga benda cagar budaya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...