Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Biar Tetap Cantik, Sayat Mawar Bonsai Kelapa Harus Rutin Dilakukan

Anggota Seni Bonsai Kelapa Kudus (SBKK), Muchammad Chamdan menunjukkan bonsai kelapa yang dipamerkan di Mal Kudus City Walk. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Bonsai kelapa seharga ratusan ribu hingga jutaan dipamerkan di Mal Kudus City Walk mulai 28 Maret sampai 11 April 2021. Ternyata jika ingin merawat bonsai kelapa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Yakni menyayat bagian jaring.

Pengamatan MURIANEWS, ada beberapa jenis bonsai kelapa yang dipamerkan di lantai satu Mal Kudus City Walk. Mulai dari bonsai jenis kelapa sayur, jenis kelapa gading kuning, jenis gading oren, dan jenis genjah hijau.

Kemudian ada bonsai model albino, model varigata, model bonsai cabang, model kembar, dan model lainnya. Harga bonsai itu beragam. Tertera di harga bonsai itu Rp 300 ribu, Rp 350 ribu, Rp 750 ribu, hingga Rp 7,5 juta.

Perawatan bonsai kelapa tak hanya sekadar mempercantik batok kelapanya semata. Namun menjaga pertumbuhan daun agar tetap kerdil, sehingga terlihat lebih cantik.

Anggota Seni Bonsai Kelapa Kudus (SBKK), Muchammad Chamdan mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan daun dalam bonsai kelapa dilakukan dengan teknik sayat mawar.

“Sebenarnya merawat bonsai itu asyik. Cuma ada hal yang perlu diperhatikan. Yaitu penyayatan rutin jaring atau serabut kelapanya,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya jika jaring bonsai kelapa tidak disayat sepekan sekali, bonsai kelapa itu akan tumbuh meninggi. Oleh sebab itu, harus disayat setiap pekan.

“Yang warna cokelat ini jaringnya harus disayat seminggu sekali. Kalau enggak nanti tumbuh jadi tinggi,” terang dia.

Baca: Bonsai Seharga Ratusan Ribu Hingga Jutaan Dipamerkan di Mal Kudus City Walk

Proses sayat mawar ini memerlukan ketelitian dan kehati-hatian yang cukup tinggi. Karena jika tidak, maka bonsai yang dibentuk tidak akan berhasil.

Sejauh ini, bonsai kelapa milik komunitas SBKK itu dijual ke beberapa pelosok negeri. Mulai Bogor, Kediri, Ponorogo, dan beberapa daerah lainnya.

“Harapan kami dengan menggelar pameran bonsai ini masyarakat bisa tahu cara merawat bonsai kelapa,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...