Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

AFK Kudus Bentuk Tim Sepak Bola Putri, Bukan Soal Menang atau Kalah

Tim AFK Sepak Bola Putri saat bertanding sebagai tim undangan di laga ulang tahun Persije Jekulo (Persije Cup) beberapa waktu lalu. (Foto:AFK Kudus)

MURIANEWS, Kudus – Asosiasi Futsal Kudus (AFK) memiliki program pembinaan sepak bola putri. Tim sepak bola putri itu diberi nama tim AFK Sepak Bola Putri. Tujuannya untuk menyuplai pesepakbola putri ke klub profesional di Indonesia.

Menurut Pengurus AFK, Rochmansyah  Setiawan, tim AFK Sepak Bola Putri itu diisi oleh pemain putri dari beberapa daerah di Kabupaten Kudus. Mereka biasa berlatih di lapangan Jambu Bol Kudus setiap Rabu dan Jumat pukul 14.00 WIB sampai 17.30 WIB

“Jadi AFK itu ada satu bidang yang pembinaannya harus ada sepak bola putri. Untuk tim AFK Sepak Bola Putri mulai dapat pengesahan dari Asosiasi Futsal Provinsi Desember 2020 lalu,” katanya, Jumat (2/4/2021).

Wawan menambahkan, tujuan dari tim AFK Sepak Bola Putri ini bukan soal menang atau kalah saat bertanding. Melainkan lebih ke arah pembinaan. Selain itu untuk menyuplai pemain putri ke liga yang ada di Indonesia.

“Sebenarnya kalau tidak ada Covid-19 kan tim-tim liga satu harus punya tim sepak bola putri juga. Tujuan kami mengirim pesepakbola putri ke sana,” terangnya.

Tim AFK Sepak Bola Putri saat bertanding sebagai tim undangan di laga ulang tahun Persije Jekulo (Persije Cup) beberapa waktu lalu.(Foto:AFK Kudus)

Sembari menunggu, saat ini pembinaan terus dilakukan. Sejauh ini  tim AFK Sepak Bola Putri dihuni 24 pemain. Mereka berlatih dan sesekali mengikuti pertandingan. Terbaru tim AFK Sepak Bola Putri ikut serta sebagai tim undangan untuk meramaikan laga ulang tahun Persije Jekulo.

Ke depannya Wawan mengaku akan terus melakukan pembinaan sepak bola putri. Terlebih saat ini pembinaan sepak bola putri sudah menjadi agenda program dari Asosiasi Futsal Kudus.

“Harapannya semakin banyak anak remaja putri yang ikut. Utamanya yang masih SMP. Karena sifatnya pembinaan. Kalau saat ini yang ada usia SMA ke atas,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor:Budi Erje

Comments
Loading...