Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

23 Orang Meninggal di Jalanan Kudus karena Kecelakaan Tiga Bulan Terakhir

Polisi mengevakuasi korban kecelakaan yang terjadi di Jalan Lingkar Timur Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Satlantas Polres Kudus mencatat angka kecelakaan lalu lintas di Kota Kretek telah mecapai 182 kasus. Jumlah itu terhitung mulai Januari hingga Maret 2021 atau triwulan pertama pada tahun 2021.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Ipda Firman Abit Prasetya menyebut, dari 182 kasus kecelakaan itu mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. “Dan 203 orang mengalami luka ringan,” katanya, Jumat (2/3/2021).

Meski demikian, menurutnya jumlah angka kecelakaan tersebut menurun jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

“Pada triwulan pertama 2020 itu ada 249 kasus kecelakaan, 33 orang meninggal, dan 264 orang mengalami luka,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, di Kota Kretek ada tiga jalur yang menjadi titik rawan kecelakaan. Pertama di  Jalan Lingkar Timur, Krasak, Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, atau tepatnya di depan SPBU Ngembal).

Kedua, Jalan Kudus-Pati, tepatnya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Atau di Depan Taman Bumi Wangi. Dan Ketiga berada di Jalan Kudus-Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus di depan RS Nurussyifa.

“Ketiga daerah itu memang menjadi lokasi rawan laka lantas atau daerah blackspot,” ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa tetap berhati-hati saat berkendara. Kelengkapan dan kesiapan kendaraan pun harus selalu dicek berkala untuk memastikan lebih aman ketika dikendarai.

“Aturan lalu lintas yang berlaku harus diperhatikan dan dipatuhi, agar bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan,” pungkasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...