Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

MUI Jepara Izinkan Umat Muslim di Kota Ukir Salat Tarawih Berjemaah di Masjid

Penerapan protokol kesehatan di Masjid Darul Ilmi, Kampus UMK Kudus saat ibadah salat Jumat beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jepara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara mempersilahkan umat muslim di Kota Ukir untuk menjalankan Salat Tarawih berjemaah di masjid selama Ramadan tahun ini.

Hanya saja, izin salat berjemaah ini harus disertai dengan pelaksanaan protokol kesehatan secara matang. Termasuk menjaga jarak selama melaksanakan salat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Jepara Mashudi, Jumat (02/4/2021).

Ia menjelaska, pada Ramadan tahun lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memang melarang Salat Tarawih berjemaah. Itu dilakukan karena saat itu pandemi sedang parah-parahnya dan angka kasus Covid-19 terus melesat.

Namun, melihat kondisi pandemi saat ini, Mashudi memastikan salat tarawih tetap berjalan secara berjamaah. Meski begitu, pihaknya mengaku belum berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Jepara.

“Belum ada koordinasi dengan pemerintah. Kalau MUI Jepara, saya pastikan (tarawih berjamaah, red) tetap jalan. Tentu tetap jaga jarak,” ujar Mashudi.

Terkait dengan kemungkinan adanya vaksinasi bagi takmir masjid atau ulama, Mashudi mengaku belum melakukan pendataan. Bahkan, sebelumnya MUI Jawa Tengah juga sudah meminta lima ulama Jepara untuk divaksin. Namun, sampai sekarang belum ada kabar lanjutan terkait rencana itu.

Berdasarkan, data yang dimiliki MUI Kabupaten Jepara, di Bumi Kartini setidaknya ada 200 lebih ulama. Sedangkan, jumlah masjid ada 1.200 lebih. Serta ada 3.800 lebih Musholla.

Teepisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi, menyatakan belum melakukan rapat koordinasi tentang persiapan bulan ramadan, termasuk pelaksanaan Salat Tarawih. Selain itu, belum ada juga usulan-usulan dari para ulama Jepara.

Meski begitu, Andi berencana membolehkan salat tarawih berjemaah. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Namun, dirinya masih harus merapatkan hal itu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara.

“Jawaban saya sendiri tetap boleh (tarawih berjemaah, red). Karena itu menjadi bagian dari ritual keagamaan,” terang dia.

Terkait dengan vaksinasi takmir masjid dan ulama, Andi menilai bahwa mereka yang rata-rata lanjut usia (lansia) bisa dimasukkan dalam daftar vaksinasi lansia. Sebab, vaksin untuk lansia menjadi prioritas pemerintah.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...