Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada yang Selingkuh Hingga Mangkir Kerja, Lima ASN Pemkab Kudus Kena Sanksi

Ilustrasi

MURIANEWS, Kudus – Lima aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kudus kini tengah menunggu sanksi atas pelanggaran disiplin dan kode etik. Mereka melakukan pelanggaran mulai dari perselingkuhan, mangkir kerja, hingga perceraian tanpa izin.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Catur Widyatno mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan sanksi pada Kemendagri terkait pelanggaran tersebut.

Mulai dari sanksi berupa penundaan kenaikan gaji secara berkala, dan penundaan kenaikan pangkat selama tiga tahun. “Sudah kami ajukan awal tahun ini, tinggal menunggu putusannya,” katanya, Jumat (2/4/2021).

Catur merincikan, untuk ASN yang terbukti melakukan perselingkuhan, diusulkan dijatuhi sanksi penurunan pangkat dan tidak akan ada kenaikan pangkat selama tiga tahun. ASN yang bersangkutan, juga tidak akan mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama setahun.

“Perselingkuhannya melibatkan oknum aparat, sudah diproses Denpom Salatiga, juga sudah melakukan pemberkasan, namun yang bersangkutan meninggal dunia,” sambung dia.

Walau demikian, pihaknya akan mengevaluasi ASN yang bersangkutan apakah masih melakukan perbuatan yang sama atau tidak. Apabila masih, dimungkinkan sanksi tidak menerima TPP akan diperpanjang.

ASN lain yang juga melakukan pelanggaran kedisiplinan juga akan dievaluasi. Apakah masih mengulang pelanggaran serupa atau tidak.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo pun turut mengingatkan semua ASN di Kabupaten Kudus agar bisa terbuka dengan keluarga. Sehingga apabila ada permasalahan, bisa dicari jalan keluarnya bersama.

Sehingga rumah tangga tetap utuh dan harmonis serta tidak sampai terjadi kasus perselingkuhan. “Kami juga mengingatkan ASN agar tetap disiplin dalam bekerja,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...