Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal KLM Satria Tenggelam di Perairan Karimunjawa

Situasi ABK Kapal KLM Satria saat dihantam ombak besar dan angin kencang di perairan Karimunjawa. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Nasib nahas dialami Kapal KLM Satria. Kapal dengan delapan Anak Buah Kapal (ABK) yang diketahui berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu tenggelam setelah mengalami kebocoran usai dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.

Nor Soleh, Camat Karimunjawa menjelaskan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas pada 31 Maret 2021 pukul  19.00 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Setelah melakukan perjalan selama 16 jam, pada 1 April 2021 pukul 11.30 WIB, atau tiga mil sebelah utara Pulau Parang Karimunjawa, tiba-tiba hujan turun disertai angin dan gelombang dengan tinggi sekitar 1,5 sampai 2 meter.

”Akibat cuaca buruk itu kapal mengalami kebocoran di bagian belakang. Air ombak masuk dari atas kapal mengakibatkan ruang mesin terendam ari,” kata Soleh, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (1/4/2021) malam.

Karena merasa tak mampu lagi mengatasi mesin yang terendam, lanjut Soleh, kemudian nahkoda yang bernama Eko Sudiyarso (49) warga Kelurahan Gedawang RT 10/RW 5 Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang itu, menghubungi radio navigasi untuk menginfromasikan kejadian tersebut pada pukul 13.00 WIB.

Meskipun air sudah disedot dengan menggunakan lima unit alkon, namun satu jam berselang mesin kapal sudah mati total. Akhirnya, pada pukul 14.20 WIB nahkoda dan ABK berusaha menyelamatkan diri menggunakan rakit.

”Pukul 14.45 WIB kapal tenggelam. Dan baru pada pukul 15.10 bapak Jumasah (warga Karimunjawa, red) memberi bantuan menggunakan kapal kayu,” terang Soleh.

Setelah berhasil menolong delapan ABK beserta nahkoda kapal itu, imbuh Soleh, Jumasah kemudian membawa ke darat untuk diberikan pertolongan lebih lanjut. Hingga berita ini ditayangkan, korban masih dalam proses pemulihan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...