Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Masih Banyak Gelandangan dan Pengemis di Kudus, Dinsos: Kami Tidak Bisa Kerja Sendiri

Anak kecil ikut mengsmis di traffic light yang berada di Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Gelandangan dan pengemis masih kerap ditemui di traffic light di Kabupaten Kudus. Bahkan beberapa di antaranya ada anak-anak kecil yang diajak untuk meminta-minta kepada pengguna jalan.

Pengamatan MURIANEWS di lapangan, masih banyak ditemui gelandangan dan pengemis. Di antaranya di traffic light sebelah utara DPRD Kudus, traffic light sebelah utara Tugu Identitas Kudus, traffic light sebelah utara Pasar Bitingan, traffic light Pentol sebelah utara Bank Mandiri, dan traffic light Perempatan Jember.

Terkadang di traffic light Perempatan Jember juga dan di traffic light Perempatan Desa Panjang juga ditemui manusia silver. Mereka bekerja dengan meminta uang dari pengendara yang melintas.

Saat ditanya terkait hal ini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus Mundir mengaku pihaknya tidak dapat bekerja sendiri.

“Dari kami istilahnya hanya mengimbau dan pembinaan di tempat untuk tidak boleh melakukan hal ini. Kalau penegakan ranahnya Satpol PP,” katanya, Kamis (1/4/2021).

Lebih lanjut, menurut Mundir pihaknya juga sudah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit. Hal ini untuk melayani gelandangan yang sakit.

“Kalau dari segi kesehatan kami sudah kerja sama dengan Panti Pandawa Conge dan Jalma Sehat di Bulung Kulon,” terangnya.

Mundir juga menyampaikan saat ini sudah memiliki Satgas Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). Satgas tersebut bertugas melakukan pembinaan. Satgas tersebut berkeliling secara berkala di siang hari untuk mengimbau gelandangan.

“Sekali lagi kami hanya bisa melakukan pembinaan. Tetapi kembali lagi faktornya mereka karena perekonomian,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...