Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak Menkumham, Puluhan Kader Demokrat Pati Cukur Gundul

Ketua Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto nampak mencukur gundul kadernya (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Puluhan kader DPC Partai Demokrat Pati melakukan cukur gundul, Kamis (1/4/2021). Hal itu dilakukan sebagai wujud syukur atas ditolaknya kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko oleh Kemenkumham.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengatakan, sebelumnya memang ada beberapa kader yang nazar akan cukur gundul apabila KLB Moeldoko ditolak oleh Kemenkumham.

Baca: Teman Laki-Laki Polwan Pati saat Kepergok Suami di Kamar Hotel Semarang Juga Polisi, Kini Ditangani Propam

“Saya yang mencukur gundul. Ada beberapa. Sebagai ndzar mereka, kalau KLB ditolak, mereka akan cukur gundul. Alhamdulillah sudah terlaksana,” katanya, Kamis (1/4/2021).

Joni menambahkan, sejak awal pihaknya sudah yakin ]pemerintah tidak akan mengesahkan KLB versi Moeldoko tersebut. Tetapi, karena ada manuver dari kubu Moeldoko, pihaknya pun sempat khawatir.

“Tetapi setelah mendengar pidato dari Pak Yasonna Laoly, Alhamdulillah Menkumham masih berlaku adil dan sesuai dengan garis hukum,” terangnya.

Baca: Siswa Peserta PTM di Pati Wajib Dapat Izin Orang Tua

Dirinya juga menganggap KLB abal-abal itu tidak memenuhi syarat. Selain melawan terhadap undang-undang partai politik, KLB itu juga tidak sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat yang sudah disahkan okeh Menkumham pada Mei 2020 lalu.

Selama Partai Demokrat dihantam badai KLB Moeldoko tersebut, pihaknya juga mengaku mendapatkan dukungan dari partai lain. Semuanya saling menguatkan dan meyakinkan bahwa badai segera berlalu.

“Berbagai dukungan terus mengalir hingga saat ini kebenaran sudah terlihat. KLB Moeldoko harus menerima apa yang terjadi, karena inilah negara hukum,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...